MENU

Translator

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Tampilkan postingan dengan label Seni Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seni Budaya. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 September 2012

7 Megaproyek Konstruksi Terlama di Dunia


7. Sacsayhuamán
[imagetag]
Dibangun menghadap ibukota bangsa Inca di Cuzco, Peru, Sacsayhuamán adalah contoh kemajuan peradaban Amerika Selatan. Kompleks yang dibatasi tembok2 didesain untuk menggambarkan kepala seekor Puma sebagai pusat kota dan bangunan lainnya sebagai badannya. Sangat mengagumkan ketika tembok-tembok ini dibangun kokoh tanpa menggunakan perekat apapun. Hanya batu-batu yang dipotong dan disusun sangat presisi sehingga saling mengunci satu sama lain. Diyakini pembangunannya melibatkan hinga 30 ribu pekerja.
Waktu konstruksi : 63 Tahun (AD 1445 – AD 1508)


6. Katedral York Minster
[imagetag]
Mulai dibangun oleh uskup agung Walter de Gray pada tahun 1220, baru selesai pada 1472. Dihiasi oleh kaca hias terbesar didunia. York Minster dibangun dengan teknik abad pertengahan, merupakan percontohan sempurna teknologi abad pertengahan.
Waktu konstruksi : 252 Tahun (AD 1220 – AD 1472)


5. Chichen Itza
[imagetag]
Berlokasi di Semenanjung Yucatan, Meksiko, Chichen Itza adalah bangunan bangsa Maya yang paling terkenal. Memiliki luas 6 mil persegi, puncak piramid ini didesain sebagai pengeras suara bagi masyarakat yang berada dibawahnya. Bahkan bentuk bayangannya pun di desain sehingga menggambarkan seekor ular besar ketika matahari berada diatasnya. Sebuah perhitungan matematis yang sangat mengagumkan, mengingat bangsa ini tidak menggunakan hewan ternak sebagai penarik beban ataupun roda di dalam industri.
Waktu konstruksi : 400 Tahun (AD 600 – AD 1.000)


4. Angkor Wat
[imagetag]
Dibangun pada pertengahan abad ke 12 oleh penguasa Kerajaan Khmer di Kamboja. Bangunan kuil merupakan pusat dari bangunan-bangunan lain yang membentuk kota pre-industri terbesar di dunia. Tembok sepanjang 4km menutup lahan seluas 800 ribu m2 dan dilindungi oleh parit. Kuilnya sendiri merupakan salah satu dari 100 kuil dan merupakan penghormatan kepada dewa Hindu, Wishnu.
Waktu konstruksi : 418 Tahun (AD 802 – AD 1220)


3. Petra
[imagetag]
Sebuah benteng di tengah gurun pasir Jordan, diukir langsung diatas bukit batu. Muka bangunan yang paling luas selebar 30m dan setinggi 45m. Saat puncak kejayaannya, Petra dihuni oleh 20ribu orang, dan menjadi jalur utama rute perdagangan. Ketiadaan alat modern untuk memotong dan membentuk batu merupakan alasan utama begitu lamanya pembagunan kota ini.
Waktu konstruksi : 850 Tahun (600 BC – AD 250)


2. Stonehenge
[imagetag]
Meskipun umurnya telah mencapai lebih dari 5 ribu tahun, tidak ada yang tahu pasti kenapa Stonehenge ini dibuat. Tentu ini merupakan proyek terberat yang pernah dilakukan. Setiap batu memiliki berat minimal 4ton, diseret sejauh 400km dari Wales selatan ke tempat peristirahatannya di Wiltshire, Inggris, diperkirakan memakan waktu 30 juta jam kerja. Diluar tujuan pembangunannya yang patut dipertanyakan, bangunan ini dibuat dengan presisi yang sangat tinggi, sejajar sempurna dengan pergerakan matahari dan bulan.
Waktu konstruksi : 1600 Tahun (3100 BC – 1500 BC)


1. Tembok Besar Cina
[imagetag]
Tembok Besar Cina pada dasarnya adalah bangunan tembok panjang yang dibangun oleh berbagai dinasti. Membentang sepanjang 6600 km dan pada saatnya, dijaga oleh lebih dari satu juta pasukan, melindungi perbatasan utara Cina dari perampok-perambok nomaden. Diperkirakan hingga 3 juta pekerja meninggal pada saat pembangunannya.
Waktu konstruksi : 2000 Tahun (400 BC – 1600 AD)

Selasa, 24 Juli 2012

Komikus wayang legendaris RA Kosasih meninggal dunia

Komikus wayang legendaris RA Kosasih meninggal dunia
Komik wayang karya RA Kosasih. ©hardiannazief.com

Reporter: Ramadhian Fadillah
Komikus wayang legendaris Raden Achmad (RA) Kosasih meninggal dunia dini hari tadi. RA Kosasih meninggal dunia pada usia 93 tahun akibat penyakit yang dideritanya.

"Iya saya kontak cucunya yang bernama Adin. Beliau meninggal pukul 00.30 WIB tadi," ujar budayawan Fadli Zon ketika dihubungi merdeka.com, Selasa (24/7).

Jenazah disemayamkan di rumah duka jl. Cempaka Putih III no. 2 Rempoa, Ciputat. RA Kosasih akan dimakamkan siang nanti di TPU Tanah Kusir.

Semasa hidupnya, RA Kosasih menulis banyak cerita wayang. Karyanya sangat populer pada era 1950 hingga 1990an. Beberapa di antaranya adalah seri Mahabarata, Bharatayudha, Ramayana, serta puluhan lainnya. Beliau juga disebut sebagai 'Bapak Komik Indonesia' karena merupakan salah satu komikus pertama dan paling produktif.

Beberapa karya RA Kosasih sudah diterbitkan ulang. Tapi komik-komik awalnya yang dicetak di atas kertas koran masih diburu kolektor.

Rabu, 09 Mei 2012

10 Resep Sukses Bangsa Jepang

by Romi Satria Wahono
musashi.jpgSetelah Hiroshima dan Nagasaki luluh lantak terkena bom atom sekutu (Amerika), Jepang pelan tapi pasti berhasil bangkit. Mau tidak mau harus diakui saat ini Jepang bersama China dan Korea Selatan sudah menjelma menjadi macan Asia dalam bidang teknologi dan ekonomi. Alhamdulillah saya mendapat kesempatan 10 tahun tinggal di Jepang untuk menempuh studi saya. Dalam artikel sebelumnya saya mencoba memotret Jepang dari satu sisi. Kali ini, saya mencoba merumuskan 10 resep yang membuat bangsa Jepang bisa sukses seperti sekarang. Tentu rumusan ini di beberapa sisi agak subyektif, hanya dari pengalaman hidup, studi, bisnis dan bergaul dengan orang Jepang di sekitar perfecture Saitama, Tokyo, Chiba, Yokohama. Intinya kita mencoba belajar sisi Jepang yang baik yang bisa diambil untuk membangun republik ini. Kalau ditanya apakah semua sisi bangsa Jepang selalu baik, tentu jawabannya tidak. Banyak juga budaya negatif yang tidak harus kita contoh ;)
1. KERJA KERAS
Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680 jam/tahun). Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama. Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan “agak memalukan” di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk “yang tidak dibutuhkan” oleh perusahaan. Di kampus, professor juga biasa pulang malam (tepatnya pagi ;) ), membuat mahasiswa nggak enak pulang duluan. Fenomena Karoshi (mati karena kerja keras) mungkin hanya ada di Jepang. Sebagian besar literatur menyebutkan bahwa dengan kerja keras inilah sebenarnya kebangkitan dan kemakmuran Jepang bisa tercapai.
2. MALU
Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dan pertempuran. Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena “mengundurkan diri” bagi para pejabat (mentri, politikus, dsb) yang terlibat masalah korupsi atau merasa gagal menjalankan tugasnya. Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek atau tidak naik kelas. Karena malu jugalah, orang Jepang  lebih senang memilih jalan memutar daripada mengganggu pengemudi di belakangnya dengan memotong jalur di tengah jalan. Bagaimana mereka secara otomatis langsung membentuk antrian dalam setiap keadaan yang membutuhkan, pembelian ticket kereta, masuk ke stadion untuk nonton sepak bola, di halte bus, bahkan untuk memakai toilet umum di stasiun-stasiun, mereka berjajar rapi menunggu giliran. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.
3. HIDUP HEMAT
Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan. Di masa awal mulai  kehidupan di Jepang, saya sempat terheran-heran dengan banyaknya orang Jepang ramai belanja di supermarket pada sekitar jam 19:30. Selidik punya selidik, ternyata sudah menjadi hal yang biasa bahwa supermarket di Jepang akan memotong harga sampai separuhnya pada waktu sekitar setengah jam sebelum tutup. Seperti diketahui bahwa Supermarket di Jepang rata-rata tutup pada pukul 20:00. Contoh lain adalah para ibu rumah tangga yang rela naik sepeda menuju toko sayur agak jauh dari rumah, hanya karena lebih murah 20 atau 30 yen. Banyak keluarga Jepang yang tidak memiliki mobil, bukan karena tidak mampu, tapi karena lebih hemat menggunakan bus dan kereta untuk bepergian. Termasuk saya dulu sempat berpikir kenapa pemanas ruangan menggunakan minyak tanah yang merepotkan masih digandrungi, padahal sudah cukup dengan AC yang ada mode dingin dan panas. Alasannya ternyata satu, minyak tanah lebih murah daripada listrik. Professor Jepang juga terbiasa naik sepeda tua ke kampus, bareng dengan mahasiswa-mahasiswanya.
4. LOYALITAS
Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi. Sedikit berbeda dengan sistem di Amerika dan Eropa, sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindah pekerjaan. Mereka biasanya bertahan di satu atau dua perusahaan sampai pensiun. Ini mungkin implikasi dari Industri di Jepang yang kebanyakan hanya mau menerima fresh graduate, yang kemudian mereka latih dan didik sendiri sesuai dengan bidang garapan (core business) perusahaan. Kota Hofu mungkin sebuah contoh nyata. Hofu dulunya adalah kota industri yang sangat tertinggal dengan penduduk yang terlalu padat. Loyalitas penduduk untuk tetap bertahan (tidak pergi ke luar kota) dan punya komitmen bersama untuk bekerja keras siang dan malam akhirnya mengubah Hofu menjadi kota makmur dan modern. Bahkan saat ini kota industri terbaik dengan produksi kendaraan mencapai 160.000 per tahun.
5. INOVASI
Jepang bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat. Menarik membaca kisah Akio Morita yang mengembangkan Sony Walkman yang melegenda itu. Cassete Tape tidak ditemukan oleh Sony, patennya dimiliki oleh perusahaan Phillip Electronics. Tapi yang berhasil mengembangkan dan membundling model portable sebagai sebuah produk yang booming selama puluhan tahun adalah Akio Morita, founder dan CEO Sony pada masa itu. Sampai tahun 1995, tercatat lebih dari 300 model walkman lahir dan jumlah total produksi mencapai 150 juta produk. Teknik perakitan kendaraan roda empat juga bukan diciptakan orang Jepang, patennya dimiliki orang Amerika. Tapi ternyata Jepang dengan inovasinya bisa mengembangkan industri perakitan kendaraan yang lebih cepat dan murah. Mobil yang dihasilkan juga relatif lebih murah, ringan, mudah dikendarai, mudah dirawat dan lebih hemat bahan bakar. Perusahaan Matsushita Electric yang dulu terkenal dengan sebutan “maneshita” (peniru) punya legenda sendiri dengan mesin pembuat rotinya. Inovasi dan ide dari seorang engineernya bernama Ikuko Tanaka yang berinisiatif untuk meniru teknik pembuatan roti dari sheef di Osaka International Hotel, menghasilkan karya mesin pembuat roti (home bakery) bermerk Matsushita yang terkenal itu.
6. PANTANG MENYERAH
Sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. Puluhan tahun dibawah kekaisaran Tokugawa yang menutup semua akses ke luar negeri, Jepang sangat tertinggal dalam teknologi. Ketika restorasi Meiji (meiji ishin) datang, bangsa Jepang cepat beradaptasi dan menjadi fast-learner. Kemiskinan sumber daya alam juga tidak membuat Jepang menyerah. Tidak hanya menjadi pengimpor minyak bumi, batubara, biji besi dan kayu, bahkan 85% sumber energi Jepang berasal dari negara lain termasuk Indonesia. Kabarnya kalau Indonesia menghentikan pasokan minyak bumi, maka 30% wilayah Jepang akan gelap gulita :) Rentetan bencana terjadi di tahun 1945, dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, disusul dengan kalah perangnya Jepang, dan ditambahi dengan adanya gempa bumi besar di Tokyo. Ternyata Jepang tidak habis. Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat (shinkansen). Mungkin cukup menakjubkan bagaimana Matsushita Konosuke yang usahanya hancur dan hampir tersingkir dari bisnis peralatan elektronik di tahun 1945 masih mampu merangkak, mulai dari nol untuk membangun industri sehingga menjadi kerajaan bisnis di era kekinian. Akio Morita juga awalnya menjadi tertawaan orang ketika menawarkan produk Cassete Tapenya yang mungil ke berbagai negara lain. Tapi akhirnya melegenda dengan Sony Walkman-nya. Yang juga cukup unik bahwa ilmu dan teori dimana orang harus belajar dari kegagalan ini mulai diformulasikan di Jepang dengan nama shippaigaku (ilmu kegagalan). Kapan-kapan saya akan kupas lebih jauh tentang ini :)
7. BUDAYA BACA
Jangan kaget kalau anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau koran. Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca. Banyak penerbit yang mulai membuat man-ga (komik bergambar) untuk materi-materi  kurikulum sekolah baik SD, SMP maupun SMA. Pelajaran Sejarah, Biologi, Bahasa, dsb disajikan dengan menarik yang membuat minat baca masyarakat semakin tinggi. Saya pernah membahas masalahkomik pendidikan di blog ini. Budaya baca orang Jepang juga didukung oleh kecepatan dalam proses penerjemahan buku-buku asing (bahasa inggris, perancis, jerman, dsb). Konon kabarnya legenda penerjemahan buku-buku asing sudah dimulai pada tahun 1684, seiring dibangunnya institut penerjemahan dan terus berkembang sampai jaman modern. Biasanya terjemahan buku bahasa Jepang sudah tersedia dalam beberapa minggu sejak buku asingnya diterbitkan. Saya biasa membeli buku literatur terjemahan bahasa Jepang karena harganya lebih murah daripada buku asli (bahasa inggris).
8. KERJASAMA KELOMPOK
Budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistik. Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut. Fenomena ini tidak hanya di dunia kerja, kondisi kampus dengan lab penelitiannya juga seperti itu, mengerjakan tugas mata kuliah biasanya juga dalam bentuk kelompok. Kerja dalam kelompok mungkin salah satu kekuatan terbesar orang Jepang. Ada anekdot bahwa “1 orang professor Jepang akan kalah dengan satu orang professor Amerika, hanya 10 orang professor Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang berkelompok”. Musyawarah mufakat atau sering disebut dengan “rin-gi” adalah ritual dalam kelompok. Keputusan strategis harus dibicarakan dalam “rin-gi”.
9. MANDIRI
Sejak usia dini anak-anak dilatih untuk mandiri. Irsyad, anak saya yang paling gede sempat merasakan masuk TK (Yochien) di Jepang. Dia harus membawa 3 tas besar berisi pakaian ganti, bento (bungkusan makan siang), sepatu ganti, buku-buku, handuk dan sebotol besar minuman yang menggantung di lehernya. Di Yochien setiap anak dilatih untuk membawa perlengkapan sendiri, dan bertanggung jawab terhadap barang miliknya sendiri. Lepas SMA dan masuk bangku kuliah hampir sebagian besar tidak meminta biaya kepada orang tua. Teman-temen seangkatan saya dulu di Saitama University mengandalkan kerja part time untuk biaya sekolah dan kehidupan sehari-hari. Kalaupun kehabisan uang, mereka “meminjam” uang ke orang tua yang itu nanti mereka kembalikan di bulan berikutnya.
10. JAGA TRADISI
Perkembangan teknologi dan ekonomi, tidak membuat bangsa Jepang kehilangan tradisi dan budayanya. Budaya perempuan yang sudah menikah untuk tidak bekerja masih ada dan hidup sampai saat ini. Budaya minta maaf masih menjadi reflek orang Jepang. Kalau suatu hari anda naik sepeda di Jepang dan menabrak pejalan kaki , maka jangan kaget kalau yang kita tabrak malah yang minta maaf duluan. Sampai saat ini orang Jepang relatif menghindari berkata “tidak” untuk apabila mendapat tawaran dari orang lain. Jadi kita harus hati-hati dalam pergaulan dengan orang Jepang karena ”hai” belum tentu “ya” bagi orang Jepang ;)  Pertanian merupakan tradisi leluhur dan aset penting di Jepang. Persaingan keras karena masuknya beras Thailand dan Amerika yang murah, tidak menyurutkan langkah pemerintah Jepang untuk melindungi para petaninya. Kabarnya tanah yang dijadikan lahan pertanian mendapatkan pengurangan pajak yang signifikan, termasuk beberapa insentif lain untuk orang-orang yang masih bertahan di dunia pertanian. Pertanian Jepang merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.
Mungkin seperti itu 10 resep sukses yang bisa saya rangkumkan. Bangsa Indonesia punya hampir semua resep orang Jepang diatas, hanya mungkin kita belum mengasahnya dengan baik. Di Jepang mahasiswa Indonesia termasuk yang unggul dan bahkan mengalahkan mahasiswa Jepang. Orang Indonesia juga memenangkan berbagai award berlevel internasional. Saya yakin ada faktor “non-teknis” yang membuat Indonesia agak terpuruk dalam teknologi dan ekonomi. Mari kita bersama mencari solusi untuk berbagai permasalahan republik ini. Dan terakhir kita harus tetap mau belajar dan menerima kebaikan dari siapapun juga.
Tetap dalam perdjoeangan !
ttd-small.jpg

Selasa, 01 Mei 2012

Hari Buruh dengan Bee Gees

Menikmati hari buruh dengan lagu Bee Gees




First Of May Lyrics
Songwriters: GIBB, MAURICE ERNEST / GIBB, ROBIN HUGH / GIBB, BARRY ALAN 


When I was small, and Christmas trees were tall, 
we used to love while others used to play. 
Don't ask me why, but time has passed us by, 
some one else moved in from far away. 

(chorus) 
Now we are tall, and Christmas trees are small, 
and you don't ask the time of day. 
But you and I, our love will never die, 
but guess we'll cry come first of May. 

The apple tree that grew for you and me, 
I watched the apples falling one by one. 
And I recall the moment of them all, 
the day I kissed your cheek and you were mine. 

(chorus...) 

When I was small, and Christmas trees were tall, 
do do do do do do do do do... 
Don't ask me why, but time has passed us by, 
some one else moved in from far away. 



harumnamanya.blogspot.com: http://harumnamanya.blogspot.com

Selasa, 24 April 2012

Foto Asli The Beatles Ditemukan


img 
The Beatles (expressandstar.com) 
24/04/2012 00:17 | Koleksi

Liputan6.com, Liverpool: Sejumlah foto The Beatles yang belum pernah dipublikasikan akan dijual setelah tersimpan di sebuah album keluarga selama hampir setengah abad. Sebanyak 20 foto hitam putih itu diambil saat pembuatan film pertama band asal Liverpool tersebut, A Hard Day's Night, pada Maret 1964 di Scala Theatre di London, Inggris.

Mengambil foto di lokasi pembuatan film memang dilarang, namun manager properti Pinewood Studios Peter Allchorne dapat melakukannya tanpa hambatan. Allchorne menyimpan foto-foto itu di sebuah album keluarga. Kini Allchorne (87) akan menjual foto-foto itu di Balai Lelang Omega di Stockport, Cheshire pada 19 Mei mendatang.

Foto-foto itu juga menunjukkan para personel grup dengan instrumen masing-masing, salah satunya adalah foto Ringo Starr meletakkan kakinya di atas tumpukan bata untuk menyesuaikan tinggi badannya dengan kamera.

Anak perempuan Allchorne, Jacqueline Grifin mengatakan ayahnya tidak menyadari betapa besarnya nama The Beatles dan hanya memandang mereka sebagai "salah satu band yang ia kenal" dalam perjalanan kariernya. "Tidak aneh bagi dia berada di lokasi dan mengambil foto. Ia ingin mengambil gambar salah satu kru, seorang pria bernama Alfie, dan saat mereka asyik berfoto saat itu pula Beatles berada di atas panggung," kata Jacqueline.

"Ia mengenal mereka dengan baik tapi ia tidak menganggapnya istimewa. Ia bukan tipe orang yang mudah terbuai dengan pesona bintang, baginya mereka hanyalah empat anak band. Ia tidak pernah menganggap foto-foto itu berharga karena ia bukan penggemar Beatles.. Ia adalah penggemar musik jazz," jelas Jacqueline.

Sebuah kartu menu yang ditandatangani oleh keempat anggota Beatles saat mereka terbang dengan BOAC Cunard, dari London ke New York juga akan dilelang. Koleksi itu diperkirakan akan terjual seharga � 10.000 (Rp 147 juta). Sebuah kartu menu lain yang tidak ditandatangani dicetak dengan satu salah eja yaitu "Beattles."(BBC/ADO)

Rabu, 04 April 2012

'Titanic 3D' 'will be released on April 4 (12 PICS)



LOS ANGELES — There was a time when James Cameron’s career looked as though it might join Titanic, down in the lower depths.

Before he became king of the modern blockbuster with “Titanic” and “Avatar,” Cameron teetered on an abyss as his romance set aboard the doomed ocean liner ran into production delays, cost overruns and smug talk in Hollywood that the director was out of control and going down with his extravagantly expensive $200 million shipwreck.

Fifteen years, 11 Academy Awards and $1.84 billion at the worldwide box office later, Cameron is re-launching “Titanic” in a 3-D version whose new earnings will close the gap on the film that eventually surpassed it as contemporary Hollywood’s top-grossing flick. That would be Cameron’s sci-fi epic “Avatar,” with $2.8 billion.

Fresh from his record-setting seven-mile solo ocean dive in the Mariana Trench, done while on a break from writing his two “Avatar” sequels, Cameron continues to ride a wave of success no one foresaw amid the gloomy predictions of 1997, when “Titanic” was bumped from summer to Christmas release because of production problems.

“We were the biggest idiots in Hollywood, and they already had us tried and sentenced and hung from the lamppost in the town square before they’d ever seen a foot of the film,” Cameron said. “Ultimately, it proved to be a good film, and they all had to eat their words or just kind of shut up and pretend they hadn’t said them. That kind of thing puts a lot of pressure on you as a filmmaker, and I interpreted it as just the pressure to be good and to make the best movie that we could.

In this film image released by Paramount Pictures, a scene is shown from 3-D version of James Cameron’s romantic epic “Titanic.” / The Associated Press
”That’s when we moved out of summer and decided, screw it, if we’re going to lose a lot of money, let’s at least make a good film and not compromise, not try to rush it into theaters.“


Once the film opened, with solid though unremarkable revenue and reviews praising its spectacular re-creation of the ship’s sinking, Cameron hoped it would stay afloat through January and maybe February so that it would have a chance to break even.

It wound up making back its money many times over, remained the No. 1 domestic box-office draw for a record 15-straight weekends through the end of March, and picked up the best picture and director prizes among its Oscar trophies. Girls went to see it again and again, pining over heartthrob Leonardo DiCaprio, who became an overnight superstar along with Kate Winslet for their shipboard romance.

Many critics found the love story sappy, but no one could deny that Cameron had made a spectacle for the ages, one that might have failed if not for the director’s notoriously demanding standards. Water shoots are among the toughest on actors and crew, yet Cameron was undeterred, even after a difficult time with his previous ocean adventure, 1989’s ”The Abyss.“
Leonardo DiCaprio and Kate Winslet battle through the rising water in Titanic, this time in 3-D.

In this film image released by Paramount Pictures, a scene is shown from 3-D version of James Cameron’s romantic epic “Titanic.” / The Associated Press
”Yes, it was hard, but no one ever said it was going to be easy,“ Winslet said. ”When all the stories started emerging about how tough it had been and Jim Cameron being mean to everybody and costs over-running, I went, wait a minute, what makes these people think they can speculate about all of this? They weren’t there.

“Yes, he lost his temper, but he only ever lost his temper for really, really good reasons. Like we would spend days literally setting up a shot, and if someone isn’t doing his job and dumps water ten seconds too late, then we’ve got to start over. … Yeah, I could understand that man getting a little (ticked) off.”

Cameron’s photo-realistic computer effects on “Titanic” helped propel Hollywood into the digital age, and he continued his innovations with the underwater 3-D documentaries “Ghosts of the Abyss” and “Aliens of the Deep.”
Titanic 3D Movie Photo Gallery
It took 12 years for his next dramatic feature to hit theaters, the sci-fi sensation “Avatar,” whose success turned the new novelty of digital 3-D into a frenzy for Hollywood. Studios hurtled into 3-D action shoots or, to the dismay of fans and critics, did hasty, ugly 3-D conversions of 2-D movies that gave the format a bad rap.

As “Avatar” set the standard for movies shot in 3-D, “Titanic” may raise the bar for movies converted from 2-D. Distributors 20th Century Fox and Paramount spent $18 million on the conversion and digital remastering, with Cameron overseeing a team of 300 people who spent 60 weeks on a frame-by-frame reconstruction to add the illusion of depth.

The results are dazzling, the images of the shipwreck now presented as though the audience is right there watching alongside.

Cameron had thought about a 3-D “Titanic” for the past decade and eventually settled on April’s centennial of the 1912 shipwreck as the ideal time to re-release the film. It opens April 4, in advance of the April 14 anniversary.

In 2005, Cameron already was showing 3-D footage of the film to theater owners at a convention, where he and “Star Wars” creator George Lucas were among filmmakers pitching the notion of converting older movies.

“’Titanic’s’ a no-brainer,” Cameron said. “It’s a timeless film, it’s visually sumptuous, it was shot in a way that’s very conducive to 3-D. I’ve always been trying to do 3-D in a way, by moving the camera, by shooting with shorter lenses so you get deeper focus and you’re more aware of the background. All these ways that you enhance it, even when you’re shooting in 2-D. So the 3-D conversion actually brought all that out.”

Hollywood became sold on the idea once millions of fans started shelling out a few extra dollars to see new blockbusters in 3-D. So far, a handful of older films have come out in digital 3-D versions, among them “The Lion King,” which pulled in $94.2 million to raise its lifetime domestic haul to $423.2 million and Lucas’ “Star Wars: Episode I — The Phantom Menace,” which added $43.1 million to lift its total to $474.2 million.

“Titanic” barely showed in some big markets such as Russia and China, and fans now in their teens have only had a chance to see it on small screens, Cameron said.

“It only needs to make, worldwide, $160 million to break the $2 billion mark, of which there would only be two films in that club at that point. Mine and mine,” Cameron said, laughing. (In fairness to older flicks, such hits as “Gone with the Wind,” “The Sound of Music” and “Star Wars” would have made more money than “Avatar” or “Titanic,” adjusted for inflation.)




Source:http://www.cb2u.com

Kamis, 29 Maret 2012

Asal Mula Payung



Pada awal 3500 tahun yang lalu, keberadaan payung telah ditemukan di Tiongkok. Mengenai ditemukannya payung, ada banyak legenda-legenda rakyat yang menceritakannya, satu diantaranya paling tersebar luas adalah cerita“Luban Penemu Payung”. Luban adalah Bapak Pertukangan di Tiongkok.
Menurut catatan “Kepingan Giok”, payung ditemukan oleh isteri Luban, yang sangat peduli dan perhatian kepada kerja keras suaminya. Seperti diceritakan, Setiap hari Luban dibawakan makanan oleh isterinya yang bernama Yun, dimana Yun sering kali terkena hujan deras ketika itu. 
Jadi Luban membuat paviliun di sepanjang jalan supaya istrinya tidak kehujanan, namun merasa cara itu masih kurang praktis. Lalu kemudian, berdasarkan inspirasi dari anak-anak yang menggunakan daun bunga teratai sebagai perlindungan dari hujan, dia menciptakan payung pertama dibuat dari sebuah rangka fleksibel yang ditutupi dengan kain atau kertas yang dilapisi lilin untuk membuatnya tahan air.
Di Tiongkok kuno, payung bukan dipakai sebagai pelindung dari panas dan hujan, tetapi juga memiliki makna dalam masyarakat. Pada akhir Dinasti Wei, payung digunakan dalam upacara-upacara dan tata cara pejabat tinggi disebut “Payung Luo”.
Menurut Tso Chun, Payung Luo adalah simbol dari kedudukan dan status bagi para pejabat. Sebagai contoh, para pejabat dari Dinasti Han pada kedudukan tidak begitu tinggi menggunakan payung berwarna Hijau dan Kaisar Dinasti Song menggunakan payung berwarna kuning dan merah.
Karena, payung yang digunakan dalam perjalanan inspeksi kaisar atau pejabat senior di zaman dulu adalah menunjukkan perlindungan terhadap rakyat. Payung melambangkan kekayaan dan kehormatan dan sering digunakan dalam upacara – upacara pernikahan di Tiongkok. Payung juga sering digunakan dalam opera, lagu dan tari, serta seni akrobatik.

 Meningkatnya pertukaran budaya dengan negara asing, menyebabkan payung secara bertahap menyebar ke luar negeri. Sebagai contoh, Jepang telah mengirimkan 19 utusannya ke Dinasti Tang untuk mempelajari kebudayaan Tiongkok. Dengan demikian, teknik pembuatan payung sudah diperkenalkan di Jepang. 
Pada pertengahan abad ke-18, pengusaha Inggris membawa payung ke negaranya setelah datang dari Tiongkok, yang membangkitkan pengaruh besar di Inggris Raya. Sampai pertengahan abad ke-19 payung telah menjadi suatu keharusan bagi orang–orang Inggris.
Toko payung pertama disana bernama “James Smith and Sons” yang buka pada tahun 1830 dan sampai sekarang masih menjual payung, alamatnya di 53 New Oxford Street, London.



 Sumber: http://www.dunia-unik.com/2011/11/sejarah-dan-asal-usul-payung.html

Kamis, 15 Maret 2012

5 Destinasi Terunik Di Timur Tengah


Inilah beberapa destinasi wisata yang eksotis dan wajib didatangi kala mengunjungi kawasan Timur tengah. Seperti dikutip dari ibtimes dan arabianbusiness.


1. Petra, Yordania

Petra merupakan sebuah kota kuno yang dibangun pada sebuah lereng gunung dan menjadi salah satu keajaiban dunia. Tempat ini telah menarik jutaan wisatawan setiap tahun untuk menyaksikan kemajuan peradaban masyarakat pada jaman dahulu kala


2. Sanaa, Yaman

Kota ini memiliki ribuan monumen serta situs sejarah yang dijadikan sebagai salah satu warisan dunia Unesco. Situs tersebut, menawarkan bangunan kuno, pasar tradisional serta masjid yang masuk kategori tertua di dunia


3. Qalat, Bahrain

Negara yang terletak di Teluk Persia ini memiliki benteng terkenal yang disebut dengan Qalat al Bahrain, dan menjadi salah satu situs warisan sejarah Unesco. Selain itu, terdapat pula sejumlah monumen, museum, dengan bentuk arsitektur modern yang melukiskan kemajuan budaya Arab di masa lalu


4. Sabratha, Libya

Terletak di sebelah timur ibu kota Tripoli, kawasan peninggalan Romawi ini disebut dengan Sabratha. Kota ini memiliki sejumlah bangunan dengan bentuk arsitektur Romawi yang masih utuh dan menjadi saksi kejayaan Romawi di kawasan tersebut


5. Carthagie, Tunisia

Kawasan situs Carthage, dahulu dikenal sebagai salah satu kota perdagangan yang sangat penting di masa pemerintahan Romawi. Reruntuhan situs ini memiliki sisa-sisa bangunan teater, pelabuhan dan pemandian terbesar yang pernah dibuat oleh bangsa Romawi 

Sabtu, 03 Maret 2012

7 lukisan koleksi Hitler ditemukan



Jakarta (ANTARA News) - Sebanyak tujuh lukisan milik mendiang diktator Nazi, Adolf Hitler, ditemukan oleh seorang sejarahwan asal Ceko, Jiri Kuchar, di sebuah biara di Doskany, sebelah utara Praha, Ceko.

Lukisan-lukisan tersebut ditemukan di dalam tanah di area biara. Setelah digali, lukisan-lukisan tersebut disimpan di tempat penyimpanan di biara, sebagaimana yang diberitakan The Telegraph.

Para sejarahwan mengatakan bahwa nilai historis koleksi tersebut jauh lebih tinggi daripada nilai seninya sendiri, meskipun sewatu pelelangan harganya mencapai 1,7 juta euro atau sekitar 21 miliar rupiah.

Sementara itu, para biarawan yang menyatakan mereka tidak menyadari tentang sejarah gelap lukisan tersebut, menambahkan mereka juga berniat untuk menyimpan lukisan tersebut.

Dari tujuh lukisan itu, ada satu lukisan berukuran besar berjudul Memories of Starlingrad. Lukisan itu menggambarkan tentara-tentara Jerman yang terluka parah sedang bersembunyi di sebuah parit, sementara pertempuran sedang terjadi di sekeliling mereka.

Lukisan Memories of Starlingrad ini diduga merupakan salah satu lukisan favorit Hitler, meskipun tentaranya kalah telak dari tentara Soviet saat pertempuran di Starlingrad.

Kuchar mengatakan bahwa penemuan ini bukanlah akhir, namun merupakan awal dari pencarian baru. Karena jumlah lukisan Hitler yang hilang berjumlah 16, ini berarti masih ada sembilan lukisan yang harus dicari keberadaannya. Menurut Kuchar, hal ini merupakan bukti dari sulitnya menjaga rahasia masa lalu.

Sampai detik ini, belum diketahui alasan kenapa tujuh lukisan itu bisa terkubur di area biara tersebut.



Sumber