MENU

Translator

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Jumat, 18 Mei 2012

Seni Wayang Pasir Diperkenalkan di Indonesia

Bagi masyarakat Jawa, Kesenian wayang cukup populer sebagai hiburan atau acara-acara ruwatan, bahkan di masa Wali Songo, kesenian wayang dijadikan media yang cukup ampuh untuk mensyiarkan agama Islam baik itu wayang kulit ataupun wayang golek. Namun apa jadinya jika wayang kini dimainkan dengan media berbeda dari wayang pada umumnya. Pernahkah anda mendengar istilah wayang pasir simak liputanya.

Munculnya seni wayang baru yang disebut wayang pasir, yang merupakan gabungan antara seni lukis dengan cerita pewayangan.

Salah satunya pencetusnya adalah Ja'far Fauzan, seorang mantan pelukis asal Bandung ini berhasil mengkreasikan teknis melukis dengan cerita-cerita alam yang dikemas dalam bentuk cerita wayang.
Fauzan, alumnus Seni Rupa Institut Teknologi Bandung, memperkenalkan seni wayang pasir di Tanah Air.  Meski terbilang baru, karya-karyanya membuat kagum banyak orang. 

Setiap tampil, pria kelahiran Sidoarjo itu selalu diiringi musik. Biasanya musik orkestra secara live, sesuai tema wayang yang dipagelarkan. Untuk memudahkan penonton melihat penampilannya, ia menggunakan layar lebar, sehingga gerakan-gerakan yang dilakukannya bisa terlihat jelas.

Sampai saat ini (14/09/2011), bapak tiga anak itu sudah 39 kali melakukan pentas wayang pasir, baik sendiri maupun berkolaborasi dengan dalang lain. Wayang pasir biasanya membawakan cerita pewayangan dan legenda, seperti Sangkuriang atau lahirnya Pancasila.

Fauzan memilih seni lukis pasir atau wayang pasir, untuk memperlihatkan proses gambar yang dibuat pelukis dari awal sampai jadi. Seni wayang pasir atau lukisan pasir di luar negeri, biasanya disebut dengan sand drawing, yaitu seni lukis yang menggunakan pasir laut. 

Pementasan dikemas dalam nuasa modern dengan narasi suara dan lampu menghasilkan ayang-ayang atau bayangan membentuk sebuah makna cerita.

Seperti yang berlangsung di Gedung Perumnas Semen Gresik Desa Bogorejo Kecamatan Merak Urak, Tuban. Pementasan wayang pasir ini merupakan yang pertama kalinya di Jawa Timur, atau baru yang ke 4 sejak diciptakan oleh Ja'far.


Maka tak heran, jika ratusan warga yang hadir menyaksikan pementasan ini dibuat kagum oleh keunikan cerita wayang, semua penonton dibuat penasaran cerita apa yang akan tersaji setiap kali sang dalang menggoreskan jarinya diatas pasir.

Alur cerita disampaikan melalui bayangan lukisan diatas kotak kaca, disini sang dalang hanya mengambarkan cerita melalui bentuk lukisan yang membentuk tokoh wayang, seperti manusia, hewan dan tumbuhan, sementara suara dan narasi ditunjang oleh peralatan modern melalui lampu latar dan rekaman suara.

Wayang pasir merupakan sebuah media yang sangat memungkinkan untuk
dibudayakan sebagai kesenian pendidikan pada anak-anak, melukis dengan pasir tidak hanya sekedar menggambar. Tetapi, melalui ayang-ayang atau bayangan akan tergambar sebuah cerita atau pesan-pesan kebaikan, khusunya cerita tentang penciptaan kehidupan, proses perusakan lingkungan serta pelestarian lingkungan.



Berikut kolaborasi yang apik antara Sujiwo Tejo dengan Dalang 'Wayang Pasir' Fauzan.. membuktikan bahwa Indonesia sesungguhnya mempunyai banyak kebudayaan yang menarik.. Bhineka Tunggal Ika. Karya seni pentas baru, mesti dipatenkan..

               


Sumber:http://beritadaerah.com/berita/jawa/45325
              http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4122138
              http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=Bi45aH1EN9Q#!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar