MENU

Translator

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Selasa, 24 April 2012

10 Fakta Unik Wamen ESDM Widjajono Partowidagdo


By susuwongi

Widjajono Partowidagdo di puncak salah satu gunung yang didakinya (Foto: vivanews.com)
NIASONLINE, JAKARTA – Selama ini, publik disesaki dengan aneka ragam keunikan Menteri BUMN Dahlan Iskan. Sepak terjangnya yang melabrak berbagai kelaziman birokrasi menjadikannya bintang dan idola akhir-akhir ini.
Tapi sebenarnya, selain dia, Widjajono adalah sosok langka lainnya di level pejabat tinggi negeri ini. Penampilannya yang sederhana bahkan sempat bikin heboh akhir tahun lalu. Yakni, saat dirinya ditunjuk menjadi Wakil Menteri ESDM pada saat reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II oleh Presiden SBY.
Penampilan serupa belum berubah hingga akhir hayatnya. Low profile, tak peduli tentang pencitraan diri, fokus pada hal-hal yang bermanfaat, terutama untuk jangka panjang, berintegritas dan tetap intelek. Profil lengkapnya bisa dilihat di sini.
Berikut ini, 10 fakta unik dari sekian banyak keunikan sosok yang mungkin selama ini jarang diketahui.
1. Seorang Guru Besar
Pria kelahiran Magelang 16 September 1951 adalah seorang dosen sekaligus Guru Besar bidang Ekonomi dan Pengelolaan Lapangan Migas pada Fakultas Teknologi Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) ITB. Teman seangkatan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro yang juga mantan Menteri ESDM. Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa pernah jadi mahasiswanya.
Meraih gelar sarjana teknik dari Program Studi Teknik Perminyakan ITB pada 1975. Kemudian ia memperoleh gelar Master of Science (M.Sc) dalam bidang Petroleum Engineering (1980), dilanjutkan M.Sc dalam bidang Operation Research (1982), dan MA dalam bidang Economics (1986) dengan judul tesis “An Energy Economy Model for Indonesia” dari University of Southern California (USC). Gelar Ph.D ia dapatkan dari universitas yang sama pada 1987 setelah merampungkan desertasi berjudul “An Oil and Gas Supply and Economic Model for Indonesia”.
2. Ikut ‘Audisi’ Wakil Menteri ESDM
Bersamaan dengan reshuffle kabinet pada Oktober 2011, dia juga diundang mengikuti ‘audisi’ calon wakil menteri ESDM oleh Presiden SBY. Diapun lolos dan kemudian dilantik pada jabatan baru di kementerian itu. Menterinyapun baru, yakni Jero Wacik, mantan Menteri Pariwisata yang menggantikan Darwin Zahedy Saleh.
3. Rambutnya Tetap Gondrong meski menjabat Wakil Menteri
Pertanyaan yang banyak ditanyakan saat dia dipanggil untuk ikut ‘audisi’ calon wakil menteri adalah soal penampilannya. Penampilannya yang terkesan ‘urakan’ dengan rambut gondrong yang terkesan tidak terawat bertolak belakang dengan kultur Istana yang semua serba teratur dan rapi.
Dia tetap dengan gayanya. Rambutnya dibiarkan gondrong. Bahkan hingga akhir hidupnya, dia tidak berubah. “Saya dulu ini anak kolong. Kalau soal rambut, saya potong dua bulan sekali. Tapi tumbuh lagi, tumbuh lagi,” ujar dia suatu kali menceritakan tentang rambut gondrongnya itu.
Beberapa sejawatnya hingga Menteri ESDM Jero Wacik dan Kuntoro Mangkusubroto meminta dia potong rambut. Dia berkukuh tidak melakukannya. Tidak mau berubah tiba-tiba apalagi menimbulkan kesan hal itu dilakukan karena sekarang sudah jadi Wamen.
4. Menghadap Presiden dengan Tas Sobek
Saat itu, Minggu (16/10/2012), dia dipanggil Presiden SBY. Saat itu dia masih menjabat sebagai anggota Dewan Energi Nasional (DEN). Ternyata, dia datang dengan tas favoritnya yang sudah terlihat butut. Tas itu benar-benar memiliki beberapa sobekan. Pakaiannya pun sederhana, cuma batik biasa. Tidak mentereng, apalagi berpakaian jas.
Diapun pernah diminta mengganti tas sobek itu oleh beberapa orang dekatnya. Lagi-lagi, dia tidak mau dilihat tiba-tiba berubah dan dikaitkan dengan jabatan barunya sebagai Wamen.
5. Penggila Kegiatan Mendaki Gunung
Tidak hanya penampilannya, hobinya pun tidak ‘biasa’ bagi kebanyakan petinggi negeri ini. Yakni, mendaki gunung. Hobi itu dilanjutkan sampai menjabat Wamen ESDM dan bahkan, hidupnya berakhir saat sedang menjalani hobi itu. Gunung Tambora sendiri, pernah ditaklukkannya sebelumnya.
Usianya yang menjejak 61 tahun tak jadi masalah. Sejak SMA telah terlatih naik gunung. Puluhan gunung di dalam dan di luar negeri sudah ditaklukannya. Di dalam negeri, gunung-gunung di pulau Jawa sudah ditaklukkannya. Di luar Jawa, dia menaklukkan Gunung Agung di Bali, Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat, Gunung Latimojong di Sulawesi, Gunung Kinabalu di Kalimantan, Gunung Kerinci dan Gunung Tujuh di Sumatera.
Di luar negeri, nama-nama gunung seperti Kilimanjaro di Afrika, Fuji di Jepang, dan pegunungan Himalaya juga sudah ditaklukkannya. Tercatat, setidaknya 40 gunung di seluruh dunia sudah ditaklukkannya.
6. Namai Anaknya dari Nama-nama Gunung
Dia punya putri tunggal. Namanya, Kristal Amalia. Nah, nama anak kesayangannya itu pun, khususnya kata Kristal berasal dari komposisi dari huruf depan nama-nama gunung. Yakni, Kerinci,Rinjani, Semeru, Tujuh, Agung, dan Latimojong.
7. Suka Bawa Kamera dan Menjepret
Kebiasaannya, bawa kamera dan menjepret apa saja yang dianggapnya menarik. Peristiwa menghebohkan adalah ketika acara pelantikannya sebagai wakil menteri bersama para menteri lainnya.
Sementara acara pelantikan belum dimulai, dia sempatkan diri jepret sana-sini tanpa sungkan. Dia mengajak sejumlah menteri berfoto, termasuk Seskab Dipo Alam dan Menko Perekonomian Hatta Rajasa. Para wartawan pun diajak berfoto.
“Ayo, kita foto. Mau saya masukin milis,” cetus santai kala itu tanpa terganggu sama sekali kelaziman protokoler istana.
8. Pejabat Tinggi Pemerintah Pertama Pengguna Converter Kit
Saat rekan sejawatnya masih sibuk berdebat dengan cara pembatasan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi melalui konversi ke gas, dia menjadi pejabat pertama yang memasang sendiri converter kita di mobil dinasnya.
“Saya sudah pasang konverter kit di mobil dinas saya. Harga konverter kit sama pemasangannya sekitar 10 juta-an lah,” ujar Widjajajono di bengkel Taman Auto, BSD, Kamis (12/1/2012).
9. Usulkan BBM Jenis Premix
Paska batalnya kenaikan harga BBM karena penolakan DPR pada akhir Maret 2012, Widjajono mengusulkan agar pemerintah meluncurkan minyak jenis Premix. Yakni, jenis BBM dengan angka oktan atau RON 90. BBM jenis itu merupakan kombinasi antara pertamax yang tidak bersubsidi dengan premium yang bersubsidi. Harganya pun kemudian lebih tinggi dari premium, namun lebih murah dari pertamax. Namun, usulnya itu ditentang banyak pihak, termasuk dari lingkup kementerian ESDM sendiri.
10. Usulkan Pembatasan Konsumsi BBM Berdasarkan CC Kendaraan
Belum kelar kontroversi soal premix, dia kembali melontarkan gagasan pembatasan konsumsi BBM bersubsidi berdasarkan kapasitas silinder kendaraan atau CC. Saat itu dia mengusulkan pembatasan pada kendaraan dengan kapasitas silinder 1.500 CC ke atas.
Pemerintah pun akhirnya tiba pada tiga opsi. Yakni, 1.300 CC ke atas, 1.500 CC ke atas dan 2.000 CC ke atas. Dalam keputusan pemerintah yang akan diumumkan pada 24 April 2012, pemerintah dipastikan akan memilih opsi 1.500 CC ke atas seperti diusulkan Widjajono.

Sumber:http://niasonline.net/2012/04/22/10-fakta-unik-wamen-esdm-widjajono-partowidagdo/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar