MENU

Translator

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Senin, 02 April 2012

Hari Autis 2012 _ Autisme: Gejala, Penyebab, dan Solusinya



Tanggal 2 April hari ini diperingati sebagai World Autism Awarness Day.
Autisme pada anak-anak autis©cdc.gov
KAT
Autisme spektrum disorder (ASD) dan autisme adalah dua istilah untuk beberapa gangguan kompleks terhadap perkembangan otak. Gangguan ini ditandai dalam berbagai tingkatan seperti kesulitan dalam interaksi sosial, komunikasi verbal, nonverbal, dan perilaku repetitif. Itu semua termasuk dalam gangguan kelainan austistik, sindrom Rett, kelainan disintegrasi kanak-kanak, dan gangguan lain yang bisa meluas, seperti yang dikutip dari autismspeaks.org.

Selama bertahun-tahun kasus kemunculan autisme sangat jarang ditemui. Setidaknya, kasus  ini terjadi pada lima anak per 10.000 kelahiran. Namun, sejak awal 1990-an tingkat autisme telah meningkat secara eksponensial di seluruh dunia dengan angka mencapai 60 per 10.000 kelahiran. Anak laki-laki lebih banyak terkena autis daripada anak perempuan yakni 4:1, seperti yang dilansir diautism.com.  

Apakah penyebab autisme?

Meskipun tidak ada penyebab unik untuk autisme, ada bukti yang berkembang tentang penyebab autisme. Autisme dapat muncul karena berbagai masalah kesehatan. Ada beberapa indikasi pengaruh genetik pada autisme, contohnya, kemungkinan besar dua anak kembar monozigot (kembar identik) akan memiliki autisme daripada dua kembar dizigotik (kembar fraternal). Dalam kasus kembarmonozigot, ada tumpang tindih 100 % dalam gen, sedangkan pada kembar dizigotik ada tumpang tindih 50 % pada gen.

Saat ini banyak sekali penelitian yang difokuskan pada lokasi "gen autisme". Namun, banyak peneliti yang berspekulasi bahwa 3-5 gen kemungkinan akan terkait dengan autisme. Ada juga bukti bahwa sistem kekebalan tubuh yang lemah juga berhubungan dengan genetik autisme. Penelitian ini menunjukkan pula bahwa depresi atau disleksia berpengaruh pada munculnya autisme, seperti yang dikutip dari autism.com.

Berikut adalah tanda-tanda awal atau indikator dari autisme, seperti yang dikutip dari autism-help.org:

Kemampuan sosial

1. Tidak mampu melakukan instruksi sederhana
2. Tidak dapat mempertahankan kontak mata atau tersenyum kembali kepada orang lain
3. Sibuk dengan dunia mereka sendiri dan memiliki sedikit minat pada orang lain
4. Menanggapi beberapa suara, tapi bukan suara manusia

Perilaku

1. Kesulitan mengatasi perubahan rutinitas
2. Suka menyakiti diri sendiri
3. Terlalu pasif atau memiliki ledakan emosional tanpa sebab yang jelas
4. Terlalu terfokus pada objek atau topik tertentu
5. Melakukan kebiasaan yang berulang-ulang, misalnya, bergoyang atau mengepakkan tangan

Indra

1. Mempunyai reaksi yang kuat terhadap suara-suara tertentu
2. Tidak akan melihat objek secara langsung
3. Ketidakpekaan terhadap nyeri atau bahkan temperatur yang ekstrim
4. Hanya makan beberapa jenis makanan saja
5. Tertarik untuk menatap pola-pola tertentu atau merasakan tekstur tertentu
6. Kurang memiliki ekspresi gembira

Bermain dan imajinasi

1. Hanya mau bermain dengan mainan tertentu saja, mungkin dalam cara yang tidak biasa
2. Memilih untuk tidak bermain dengan orang lain
3. Bergerak pada ruang yang terbatas saat bermain

Pencegahan atau intervensi

Banyak orang telah mencoba berbagai jenis perawatan tradisional dan non-tradisional untuk mengurangi perilaku autistik dan untuk meningkatkan perilaku yang normal. Meski penderita autisme telah diberi obat, tidak ada obat utama yang telah terbukti efektif secara konsisten dalam mengobati gejala autisme. Resep obat yang paling umum diberikan untuk anak-anak autis adalahRitalin, stimulan yang digunakan untuk mengobati kelainan Hiperaktivitas.

Ada perlakuan khusus yang menerima dukungan paling empiris tentang penanganan gejala autisme yakni Applied Behavior Analysis (ABA: Modifikasi perilaku) dan penggunaan vitamin B6 dengan suplemen magnesium. Modifikasi perilaku melibatkan berbagai cara, misalnya, penguatan positif. Untuk meningkatkan perilaku yang sesuai lakukan komunikasi dan perilaku sosial. Untuk mengurangi perilaku yang tidak sesuai lakukan stimulasi diri, seperti yang dikutip dari autism.com.

Vitamin B6 dan magnesium memang telah terbukti dapat meningkatkan kesadaran dan perhatian pada sekitar 45 % anak autis. Sejumlah laporan terbaru tentang manfaat suplemen nutrisi lain sepertiDi-methylglycine (DMG). Ada banyak laporan yang menyebutkan bahwa DMG mampu meningkatkan keterampilan komunikasi.

Beberapa orang autis memiliki sejenis jamur yang disebut candida albicans dalam saluran usus mereka. Jika jamur ini tumbuh dengan cepat, maka ini dapat melepaskan racun dalam darah. Hal itu tentu dapat mempengaruhi fungsi otak. Jumlah candida albicans yang berlebihan dapat diobati dengan obat yang sedikit ringan seperti Nistatin.

Para peneliti baru-baru ini mendeteksi adanya peptida yang abnormal dalam urin orang autis. Diperkirakan bahwa peptida ini mungkin disebabkan ketidakmampuan tubuh untuk pemecahan protein menajdi asam amino tertentu. Protein yang dimaksud adalah yang terkandung dalam berbagai jenis gandum dan kandungan kasein pada susu sapi.

Penyandang autis membutuhkan perhatian Anda sebagai teman dan keluarga. Ayo berikan mereka ruang untuk tumbuh dan berkembang. Diskriminasi bukanlah sebuah kebijakan dalam menerima perbedaan.[des]

From youtube.com Shared by he

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar