MENU

Translator

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Senin, 30 Juli 2012

Al-Jahiz Pencetus Teori Evolusi?



Mengenai evolusi, Al-Jahiz menjelaskan tiga mekanisme survival/ bertahan hidup yaitu: Perjuangan Eksistensi, Transformasi dari satu spesies menjadi spesies lain, dan Faktor Lingkungan.
Al-Jahiz menempatkan bobot terbesar perjuangan untuk eksistensi pada evolusi, atau dalam arti lebih besar, seleksi alam. Ini berhubungan dengan keinginan bawaan untuk konservasi dan keabadian dari egoisme. Ia juga menyinggung pengaruh faktor lingkungan terhadap spesies, yang terdiri dari faktor-faktor makanan, iklim, tempat tinggal yang memiliki efek biologis dan psikologis pada beberapa spesies.
Dalam lingkungan yang berubah, ada juga perubahan dalam beberapa karakter memiliki nilai kelangsungan hidup. Proses perubahan dalam karakter generasi berikutnya untuk membuat organisme yang lebih baik disesuaikan dengan lingkungan mereka. Dengan demikian mereka bertahan hidup dan mendapatkan kesempatan untuk berkembang biak dan mengirimkan karakteristik mereka kepada keturunannya.
Al-Jahiz memberikan gambaran tentang rantai makanan, dia pun membuat upaya untuk mengklasifikasikan hewan dalam serangkaian linier dan mengatur mereka dalam kelompok dan subkelompok yang memiliki kesamaan. Dengan demikian, Al-Jahiz mendasarkan teorinya pada konsep penggunaan dan tidak digunakannya organ pada hewan beradaptasi dengan lingkungan mereka.
Dalam buku tersebut ia menyimpulkan :
Hewan terlibat dalam perjuangan untuk eksistensi, karena sumber daya untuk menghindari makan dan berkembang biak. Faktor lingkungan mempengaruhi organisme untuk mengembangkan karakteristik baru untuk menjamin kelangsungan hidup, sehingga berubah menjadi spesies baru.
Pernyataan tersebut  secara sekilas memang serupa dengan teori evolusi Darwin, akan tetapi secara prinsip justru berseberangan dengan Darwin (yang tidak mengakui keberadaan Tuhan), karena Al-Jahiz membuat pernyataan sebagai berikut:
”Tuhan telah menciptakan Alam dalam karakter reproduksi dan ia juga telah mendirikan hukum alam, yang merupakan perjuangan biologis untuk eksistensi agar tetap dalam rasio yang terbatas. Jika tidak, gangguan dapat muncul di Alam, dan bisa kehilangan sebagian kekayaan spesiesnya”
Al-Jahiz berpendapat bahwa transformasi pertahanan dan mutasi spesies disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk juga ”Kehendak Tuhan”. Berikut petikannya”
“Bahwa kehendak Allah dan kekuasaan-Nya adalah faktor penyebab utama dalam transformasi, dan Allah dapat merubah spesies lain pada setiap waktu yang Dia inginkan”
Tampaknya seribu tahun kemudian, Darwin ”mencuri” gagasan Al-Jahiz sebagai dasar merumuskan “Teori Evolusi” secara lebih ilmiah dalam konteks abad kesembilan belas.
Meskipun sebagian besar tulisannya pada Kitab al-Hayawan dianggap oleh para ulama Al-Khatib al-Baghdadi merupakan bentuk plagiarisme karya Aristoteles (Historia animalium), buku tersebut merupakan salah satu karya monumental Al-Jahiz. Namun tidak berarti buku tersebut merupakan buku zoologi, karena hanya berisikan deskripsi sangat tajam dari studi mengenai hewan dan serangga. Sering kali ia menambahkan narasi prosa yang indah mengarah kepada bahasan teologi metafisika dan  sosiologi.
[Kiriman: Asqarini Hasbi ]
Daftar Pustaka:
1. S.I Poeradisastra, Sumbangan Islam Kepada Ilmu dan Peradaban Modern, Jakarta, Komunitas Bambu, 2008.
2. en.wikipedia.org
3. muslimmedianetwork.com
4. salaam.co.uk
5. cis-ca.org
6. muslimphilosophy.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar