MENU

Translator

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Kamis, 10 November 2011

Memproteksi Gedung dari Sergapan Bencana Banjir


Banjir Jakarta
Rutinitas Bencana Banjir
Bencana banjir seakan sudah menjadi masalah yang biasa terjadi di negeri ini, dan telah menjadi siklus tahunan, dua tahunan, atau 5 tahuan,  terutama di Ibu Kota Jakarta.

Hujan yang menguyur secara terus menerus selama 2 - 3 jam saja, banyak kawasan di Ibu Kota yang terendam banjir; jalanan menjadi macet, dan roda perekonomian menjadi terganggu bahkan menjadi lumpuh, dan  terkadang sampai menimbulkan korban jiwa dan kesengsaraan anggota masyarakat.



Sebab Terjadinya Banjir
Curah hujan yang tinggi, penumpukan sampah, pendangkalan sungai, sistem drainase yang tidak terencana dengan baik, dan minimnya tanah resapan, merupakan penyebab banjir di beberapa kota di Indonesia, terutama di DKI Jakarta yang sudah lama teridentifikasi. Pesatnya urbanisasi ke Jakarta bisa juga menjadi salah satu faktor kondisi ini.

Pintu masuk dan keluar menuju halte bus transjakarta tak bisa dilalui karena genangan air di jalur lambat di Jalan Letjen. Suprapto, Jakarta Pusat, Selasa (13/1). Hujan deras yang melanda Jakarta sejak dini hari membuat banyak jalan tergenang air dan kemacetan dimana-mana


Solusi Mengatasi Banjir
Untuk mengatasi luapan air banjir yang senantiasa melanda negeri ini, terutama DKI Jakarta, secara garis besar ada 2 solusi, yaitu :
  1. Solusi Global, menyeluruh, dan jangka panjang. Ini yang sedang dan terus dilakukan pemerintah dengan membuat berbagai macam program kerja, diantaranya yaitu membuat sistem drainase yang memadai ( pengerukan sungai, memperbesar saluran buangan air, proyek gorong-gorong), membuat waduk penampungan luapan  banjir, menambah  (me-modernisasi) sistem pompanisasi skala besar, dan memperbanyak daerah resapan air, serta penghijauan. Khusus kasus di DKI Jakarta, solusi jangka panjang dapat direncanakan dibuatnya dinding laut (tanggul raksasa).
  2. Solusi Lokal, Parsial. Solusi terakhir ini adalah menyelamatkan asset individu baik berupa gedung pusat perkantoran atau pusat bisnis, gedung pemerintahan, rumah pribadi, atau suatu kawasan (komplek perumahan, kawasan pabrik)  dari luapan bencana banjir yang dilakukan secara individu atau  parsial.  Solusi yang kedua ini dilakukan karena untuk menjamin yang lebih pasti dalam melindungi propertinya dari terjangan luapan air banjir. Yang mudah dilakukan pada solusi kedua ini adalah dengan membuat sistem Floodgate  atau bisa juga dengan  Desain Struktur Tanah  Fondasi Bangunan Yang ditinggikan. 
Floodgate  adalah sistem  penahan air yang dipasang pada pintu utama bangunan atau gerbang, atau suatu kawasan perumahan atau pabrik, untuk melindungi bangunan tersebut dari masuknya luapan air banjir.
Pemasangan Floodgate Pada Salah Satu Gedung Pusat Perkantoran Jl. Jend. Sudirman Jakarta

Dapatkah kita membayangkan, apa yang yang harus kita perbuat seandainya asset properti kita terkena bencana banjir? Luapan air banjir dapat merendam gedung-gedung pusat perkantoran dan bisnis, pusat perbelanjaan, dealer kendaraan,  bangunan pabrik,  atau gedung  rumah pribadi ....


Apa yang terjadi seandainya  sebuah gedung ( pusat perkantoran, pusat bisnis, dealer kendaraan ), atau suatu bangunan pabrik atau rumah pribadi dengan banyak asset di dalamnya tergenang oleh luapan air banjir?  Apa yang dapat kita bayangkan seandainya hal tersebut memang benar-benar  terjadi?

Banjir adalah peristiwa yang sering terjadi, namun besar kecilnya luapan air banjir kadang tak dapat diduga.  Pada saat terjadi bencana banjir terkadang kita tidak memiliki cukup waktu untuk mengantisipasinya agar tidak memasuki ruang-ruang bangunan yang kita miliki.



Ruang Parkir Yang Terendam Banjir
Akibat Tergenang Luapan Air Banjir
Luapan air banjir yang memasuki ruang bangunan pusat bisnis atau perkantoran, hotel, bangunan pabrik, umumnya akan berakibat pada :
  1. Dapat memasuki ruang penyimpanan mesin, sehingga bisa merusak  mesin pompa, generator, chiller, dst. 
  2. Dapat merusak instalasi sistem kelistrikan dan benda-benda elektronik lainnya.
  3. Dapat merendam kendaraan yang berada di ruang parkir (basement)
  4. Merusak benda-benda dan peralatan vital lainnya  
  5. Terkadang pemilik atau pengelola gedung harus memberikan kompensasi atau membayar denda, kalau ada pihak-pihak lain yang merasa dirugikan. 



Kerja Besar Pasca Banjir
Pekerjaan yang dilakukan setelah pasca banjir umumnya meliputi :
  1. Membersihkan semua lantai ruangan dari kotoran lumpur dan genangan air. Membereskan dan membersihkan bangunan akibat terendam air banjir adalah kerja besar dan sangat melelahkan.
  2. Kalau ada mesin atau peralatan yang terendam, sebaiknya dilakukan overhaul. 
  3. Mengganti atau memperbaiki benda-benda atau peralatan yang rusak
  4. Memeriksa kembali sistem instalasi dan peralatan listrik yang rusak. 
  5. dst,

Tim Kerja PT. Prima Springs Mfg  Sedang  melakukan Setting Floodgate
Konsep Sistem Memproteksi Gedung dari Banjir
Sebagaimana telah dibahas sebelumnya, bahwa cara untuk memproteksi gedung dari banjir, umumnya yaitu :

  1. Meninggikan struktur tanah fondasi  supaya lebih tinggi dari level air banjir yang biasa terjadi sepanjang tahun. 
Hal ini memungkinkan kalau untuk gedung yang baru mau dibangun, sehingga bisa direncanakan dari awal, dan ini juga berlaku apabila luas tanah yang akan dibangun cukup memadai. Apabila kriteria tersebut sudah cukup memadai, maka  pekerjaan selanjutnya adalah membuat perencanaan sistem buangan air dari gedung. Namun apabila opsi meninggikan struktur tanah fondasi  ini dirasa tidak mau dilaksanakan karena suatu faktor lain, maka bisa diatasi dengan sistem proteksi yang kedua, yaitu pemasangan Floodgate  yang cukup praktis.

2. Pemasangan Sistem Floodgate,  Ini cara yang lebih praktis dan mudah diterapkan. Solusi yang kedua ini, selanjutnya akan dibahas di bawah ini. 

    Pemasangan Sistem Floodgate

    Floodgate dapat didesain menyatu sebagai pintu gerbang
    Floodgate umumnya dipakai pada sistem bangunan sebagai berikut :
    1. Office & commercial building (Gedung pusat perkantoran dan bisnis)
    2. Factory Building & Warehouse (Banguan pabrik dan gudang), dealer kendaraan, dsb.
    3. Hotel & hospital building
    4. Residential Properties
    5. General & Public infrastructure
    6. Dsb.

    Dimana dipasang ?

    1. Floodgate dipasang di pintu gerbang utama masuk gedung ( gerbang masuk dan gerbang keluar ). Pemasangan digerbang utama ini dapat meng-cover semua sistem proteksi dari  luapan masuknya air banjir. Dan ini juga berlaku untuk memproteksi suatu kawasan pemukiman ( komplek perumahan ). Satu komplek kawasan perumahan dapat diproteksi hanya dari pintu gerbang utama dari komplek perumahan tersebut.
    2. Bisa juga dipasang pada pintu. Ini untuk bangunan yang tidak memiliki halaman parkir tersendiri, seperti pertokoan atau ruko.

    Konstruksi Floodgate & Sistem

    Sumber:http://floodprotectiongate.blogspot.com/

















    Hari Pahlawan


    Tidak ada komentar:

    Poskan Komentar