MENU

Translator

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Kamis, 17 November 2011

Pengelasan (Welding)

Pengelasan (welding) adalah salah salah satu teknik penyambungan logam dengan cara mencairkan sebagian logam induk dan logam pengisi dengan atau tanpa tekanan dan dengan atau tanpa logam penambah dan menghasilkan sambungan yang continue.

Pengelasan adalah suatu proses penyambungan logam, di mana logam menjadi satu dengan atau tanpa tekanan. dan dapat di defenisikan sebagai ikatan metalurgi  yang di timbulkan  oleh gaya tarik-menarikantara atom. sebelum ato-atom tersebut membentuk ikatan, permukaan yang akan menjadi satu perlu bebas dari gas yang terserap atau oksida-oksida. 

Berdasarkan definisi dari DIN (Deutch Industrie Normen) las adalah ikatan metalurgi pada sambungan logam paduan yang dilaksanakan dalam keadaan lumer atau cair. Dari definisi tersebut dapat dijabarkan lebih lanjut bahwa las adalah sambungan setempat dari beberapa batang logam dengan menggunakan energi panas. Pada waktu ini telah dipergunakan lebih dari 40 jenis pengelasan termasuk pengelasan yang dilaksanakan dengan cara menekan dua logam yang disambung sehingga terjadi ikatan antara atom-atom molekul dari logam yang disambungkan.klasifikasi dari cara-cara pengelasan ini akan diterangkan lebih lanjut.

Aplikasi Pengelasan
Lingkup penggunaan teknik pengelasan dalam kontruksi sangat luas, meliputi perkapalan, jembatan, rangka baja, bejana tekan, pipa pesat, pipa saluran dan sebagainya. 
Dunia Industri
1. Dalam skala kecil teknik pengelasan digunakan pada perbengkelan yang melayani pesanan berbagai macam produk las.
2. Teknik pengelasan digunakan sebagai salah satu faktor utama dalam proses produksi yang akan dihasilkan seperti industri mobil, pesawat terbang, perkapalan, dan lain-lain.
 3. Disamping untuk pembuatan, proses las dapat juga dipergunakan untuk reparasi misalnya untuk mengisi lubang-lubang pada coran. Membuat lapisan las pada perkakas mempertebal bagian-bagian yang sudah aus dan macam-macam reparasi lainnya.

Pengelasan bukan tujuan utama dari kontruksi, tetapi hanya merupakan sarana untuk mencapai ekonomi pembuatan yang lebih baik. Karena itu rancangan las dan cara pengelasan harus betul-betul memperhatikan dan memperlihatkan kesesuaian antara sifat-sifat lasdengan kegunaan kontruksi serta kegunaan disekitarnya.

Prosedur pengelasan kelihatannya sangat sederhana, tetapi sebenarnya di dalamnya banyak masalah-masalah yang harus diatasi dimana pemecahannya memerlukan bermacam-macam pengetahuan.

Proses pengelasan
Berbagai proses pengelasan telah dikembangkan, tergantung pada cara pemanasan dan peralatan yang digunakan., proses pengelasan yaitu :
I.             Pengelasan Patri
1)      Nyala             
2)      Celup
3)      Tahanan
4)      Infra merah
5)      Dapur
6)      Induksi
II.          Pengelasan Tempa
1)      Dikerjakan dengan tangan
2)      Dikerjakan dengan mesin
-          Rol
-          Pukul
-          Die
III.       Pengelasan Gas
1)      Udara-asitelin
2)      Oksiasitelin
3)      Oksihidrogen
4)      Tekanan
IV.       Pengelasan Tahanan
1.      Titik
2.      Kampuh
3.      Proyeksi
4.      Tumpu
5.      Nyala
6.      Perkussion
V.          Pengelasan Induksi
·         Frekuensi tinggi
VI.       Pengelasan Busur
1.      Elektroda Karbon
-          Terlindung
-          Tanpa lindungan
2.      Elektroda Logam
·         Terlindung
a.       Busur terlindung
b.      Titik busur
c.       Hidrogen atom
d.      Gas inert
e.       Busur terendam
f.       Lantak
g.      Terak elektro
·         Tanpa lindungan
a.       Logam polos
b.      Lantak
VII.   Berkas Elektron
VIII.  Pengelasan Laser
IX.  Pengelasan gesekan
X.     Pengelasan Termit
1.      Tekanan
2        Tanpa tekanan
XI.  Pengelasan Alir
XII  Pengelasan Dingin
1.      Tekanan
2.      Ultrasonik
XIII.Pengelasan Letup





Fungsi Elektroda
Dikenal tiga jenis elektroda logam, yaitu elektroda polos, elektroda fluks, dan elektroda lapis tebal.
Elektroda polos terbatas penggunaannya, antara lain untuk besi tempa dan baja lunak. Biasanya digunakan polaritas langsung. Elektroda fluks dilapisi terak dan fluks digunakan pada pengelasan logam dan paduan bukan besi.

Lapisan fluks mempunyai fungsi yaitu :
              1. Membentuk lingkungan pelindung,
              2. Membentuk terak dengan sifat tertentu.
              3. Memungkinkan pengelasan atas kepala dan tegak lurus.
              4. Menstabilkan busur.
              5. Menambah unsur paduan pada logam induk.
              6. Memurnikan logam secara metalurgi.
              7. Mengurangi cipratan logam pengisi.
              8. Meningkatkan efisiensi pengendapan.
              9. Menghilangkan oksida dan ketidakmurnian.
            10. Mempengaruhi kedalamam penetrasi busur.
            11. Mempengaruhi bentuk manik.
            12. Memperlambat kecepatan pendinginan sambungan las.
            13. Menambah lapisan logam las yang berasal dari serbuk logam dalam lapisan pelindung.

Posisi Pengelasan
Posisi pengelasan atau sikap pengelasan adalah pengaturan posisi dan gerakan arah dari pada elektroda sewaktu mengelas. Adapun pisisi mengelas terdiri dari empat macam yaitu:
  1. Posisi di Bawah Tangan. Posisi di bawah tangan yaitu suatu cara pengelasan yang dilakukan pada permukaan rata/datar dan dilakukan dibawah tangan. Kemiringan elektroda las sekitar 10º - 20º terhada garis vertikal dan 70º - 80º terhadap benda kerja.
  2. Posisi Tegak (Vertikal). Mengelas posisi tegak adalah apabila dilakukan arah pengelasannya keatas atau kebawah. Pengelasan ini termasuk pengelasan yang paling sulit karena bahan cair yang mengalir atau menumpuk diarah bawah dapat diperkecil dengan kemiringan elektroda sekitar 10º - 15º terhada garis vertikal dan 70º - 85º terhadap benda kerja.
  3. Posisi Datar (Horisontal). Mengelas dengan horisontal biasa disebut juga mengelas merata dimana kedudukan benda kerja dibuat tegak dan arah elektroda mengikuti horisontal. Sewaktu mengelas elektroda dibuat miring sekitar 5º - 10º terhada garis vertikal dan 70º - 80º kearah benda kerja.
  4. Posisi di Atas Kepala (Over Head). Posisi pengelasan ini sangat sukar dan berbahaya karena bahan cair banyak berjatuhan dapat mengenai juru las, oleh karena itu diperlukan perlengkapan yang serba lengkap antara lain: Baju las, sarung tangan, sepatu kulit dan sebagainya. Mengelas dengan posisi ini benda kerja terletak pada bagian atas juru las dan kedudukan elektroda sekitar 5º - 20º terhada garis vertikal dan 75º - 85º terhadap benda kerja.
Karena itu di dalam pengelasan, pengetahuan harus turut serta mendampingi praktek, secara lebih terperinci dapat dikatakan bahwa perancangan kontruksi bangunan dan mesin dengan sambungan las, harus direncanakan pula tentang cara-cara pengelasan. Cara ini pemeriksaan, bahan las dan jenis las yang akan digunakan, berdasarkan fungsi dari bagian-bagian bangunan atau mesin yang dirancang.

Pada waktu ini pengelasan dan pemotongan merupakan pengelasan pengerjaan yang amat penting dalam teknologi produksi dengan bahan baku logam. Dari pertama perkembangannya sangat pesat telah banyak teknologi baru yang ditemukan. Sehingga boleh dikatakan hampir tidak ada logam yang dapat dipotong dan di las dengan cara-cara yang ada pada waktu ini.


Sumber:http://fadli080284.web44.net/index.php?option=com_content&view=section&layout=blog&id=1&Itemid=2 
http://mazz-borr.blogspot.com/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar