MENU

Translator

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Jumat, 25 November 2011

Perkembangan Budaya Organisasi

Menurut Tossi, Rizzo & Carol (1994):
“..a group of people. Working toward objectives, which develops & maintains relatively stable & predictable behavior patterns, even though the individuals in the organization may change. Usually we describe organizations in term of how they differ on three dimensions: complexity, formalization & centralization..”

Tiga dimensi dari organisasi:
  1. Complexity (kemajemukan): beragamnya kegiatan, fungsi, pekerjaan & jumlah lapis organisas
  2. Formalization (formalisasi): mengacu pd adanya kebijakan, prosedur & aturan yg membatasi pilihan dari para anggota
  3. Centralization (pemusatan): berkaitan dengan penyebaran dari daya (power) & wewenang (authority)

Tiga rancangan design organisasi yg umum:
  1. Rancangan organisasi: struktur yg sederhana ditandai dengan departementalization yg sedikit, span of control yg lebar, kewenangan dipegang oleh satu orang & formalisasi sedikit.
  2. Birokrasi: adalah suatu struktur dengan tugas-tugas yg beroperasi sangat rutin yg dicapai melalui spesialisasi.
  3. Struktur matriks: pada struktur ini, setiap bawahan memiliki dua atasan yg mengkombinasi dua bentuk departementalisasi.

Menurut Tossi, Rizzo & Carol:
  1. Organisasi Mekanistik: organisasi yang fromalisasinya tinggi, tata tingkat yg kaku, kerja yang berulang-ulang & ketat, anggaran yang distandarisasi, pengambilan keputusan terpusat.
  2. Organisasi Organik: formalisasi rendah, kerja tidak rutin, batasan pekerjaan tidak ketat, struktur & tugas kerja yang lentur, konflik antar para professional.
  3. Organisasi campuran dominasi  teknologi: formalisasi dibidang pemasaran tinggi, dibidang teknologi rendah, staff sangat terampil, saluran-saluran pemasaran yang terpatok.
  4. Organisasi campuran dominasi pasar: formalisasi dibidang teknologi tinggi, dibidang pemasaran rendah, pemasaran berpengaruh besar, interface management problem.

Pengembangan Organisasi adalah:
  1. Yang direncanakan.
  2. Yang dampaknya mencakup seluruh organisasi .
  3. Yang dimanajemeni oleh puncak .
  4. Untuk meningkatkan efektifitas & kesehatan organisasi.
  5. Intervensi-intervensi yg direncanakan ke dalam proses-proses organisasi dengan menggunakan pengetahuan keprilakuan. (Beckhard, 1969)

Kriteria kesehatan suatu organisasi
  • Kemampuan menyesuaikan diri: untuk memecahkan masalah & bereaksi terhadap tuntutan lingkungan yg berubah-ubah.
  • Satu rasa identitas: pengetahuan & pemahaman dari organisasi tentang apa dirinya, tujuannya & apa yg harus dilakukan.
  • Kemampuan untuk menguji kenyataan: kemampuan untuk mencari & memilih, secara cermat mengamati & secara tepat menginterpretasi milik nyata dari lingkungan, khususnya yg memiliki relevansi bagi berfungsinya organisasi
  • Pemaduan (integration): keterpaduan antara sub-bagian dari keseluruhan organisasi sehingga bagian-bagiannya tdk bekerja at cross purpose.

 
Berbagai teknik intervensi yg digunakan dalam pengembangan organisasi:
  • Teknik Umpan balik Survey (Survey Feedback): upaya bersama antara organisasi & konsultan PO dalam mengembangkan kuesioner, menggunakannya untuk mengumpulkan data tentang organisasi, menganalisa data & menggunakan interpretasi sebagai dasar untuk perubahan.
  • Konsultasi Proses (Process Consultation): pemusatan pada komunikasi, peran & fungsi anggota dalam kelompok, norma-norma, kepemimpinan & otoritas dan koorporasi serta kompetisi antar kelompok
  • Pembentukan Tim (team building): memperkuat identifikasi diri anggota tim dengan kelompok kerjanya, membantu kelompok utk belajar berfungsi secara lebih efektif & meningkatkan keterpaduan antara kelompok kerja yg ada dlm keseluruhan organisasi

Tiga jenis Pembentukan Tim (siegel & Lane, 1987):
  • Teknik Analisis Peran: meningkatkan efektifitas tim dgn cara memperjelas harapan & kewajiban setiap anggota
  • Pertemuan  Diagnostik Kelompok Keluarga: para anggota tim mendapat peluang untuk mengkaji unjuk krj mereka utk menghilangkan perilaku yg tdk baik & memperkuat prilaku efektif
  • Pertemuan Pembentukan Tim Kelompok Keluarga: untuk meningkatkan dengan cara mana kelompok berfungsi, dapat timbul berdasarkan pertemuan diagnostik sebelumnya

Batasan Budaya Organisasi menurut Schein (1992): “..a pattern of shared basic assumptions that the group learned as it solves its problems of external adaptation & internal integration that has worked well enough to be considered valid & therefore to be taught to new members as the correct way to perceive, think & feel in relation to those problem..”

Batasan budaya organisasi menurut Tossi, Rizzo, Carol (1994): “..the patterned way of thinking, feelinng and reacting that exist in an organization or its subsectors. It is the unique mental programming of that organization, which is a reflection of its modal organization personality..”




Empat modal kepribadian organisasi
  • Organisasi mengembangkan nilai-nilai selama sosialisasi utk dapat mengakomodasi terhadap jenis-jenis organisasi di masyarakat
  • Proses seleksi men-screen out mereka yg tdk cocok & sosialisasi organisasi mengubah mereka yg masuk organisasi
  • Reward dlmorganisasi secara selektif mengukuhkan kembali perilaku & sikap-sikap tertentu saja
  • Keputusan untuk promosi biasanya memperhitungkan unjuk krj & kepribadian dari calon

Berdasarkan Tosi, Rizzo, Carol:
1.          Pengaruh umum dari luar yg luas
2.          Pengaruh nilai-nilai yg ada dimasyarakat
3.          Faktor-faktor spesifik dari organisasi
4.          Nilai-nilai dasar dari koalisi dominan

Berdasarkan model Cagliardi:
  1. Nilai-nilai dasar dari koalisi dominan: kelompok yg memiliki kekuasaan & kendali paling banyak
  2. Strategi primer: mempertahankan identitas budayanya dgn cara menyebarluaskan nilai-nilai dominannya
  3. Strategi sekunder: diimplementasi dengan menterjemahkan nilai-nilai dari koalisi dominan kedalam praktek, kebijakan & produk / jasa organisasi:
  • Ø  Strategi instrumental: cara-cara nilai-nilan & keyakinan diungkapkan kedalam apa yg dapat organisasi lakukan & bagaimana melakukannya
  • Ø  Strategi ekspresif: beroperasi dlm bidang simbolik & berusaha untk melindungi stabilitas
 
Berdasarkan O’Reilly, Chatman & Caldwell:
  1. Innovation & risk taking: mencari peluang baru, mengambil resiko, eksperimen, tdk merasa terhambat oleh  kebijakan & praktek-praktek normal
  2. Stability & security: mengahrgai hal-hal yg dapat diduga sebelumnya
  3. Respect for people: memperlihatkan toleransi, keadilan & penghargaan terhadap orang lain
  4. Outcome orientation: memiliki perhatian & harapan g tinggi terhadap hasil, capaian & tindakan
  5. Team orientation & collaboration (orientasi tim & kolaborasi): bekerja secra terkordinasi & berkolaborasi
  6. Agresiveness & competition: mengambil tindakan-tindakan tegas di pasar-pasar dlm menghadapi para pesaing

Berdasarkan Robbins (1998): 7 ciri utama Esensi Budaya Organisasi
  1. Inovasi & pengambilan resiko: sejauh mana karyawan didukung untuk menjadi inovatif & berani mengambil resiko
  2. Perhatian terhadap detail: sejauh mana karyawan diharapkan menunjukkan kecermatan, analisi & perhatian terhadap detail
  3. Orientasi keluaran: sejauh mana manajemen lebih berfokus pd hasil-keluaran
  4. Orientasi ke orang: sejauh mana keputusan yg diambil manajemen ikut memperhitungkan dampak dari  keluaran terhadap karyawan
  5. Orientasi team: organisasi seputar kelompok daripada seputar perorangan
  6. Keagresifan: sjauh mana orang-orang lebih agresif & kompetitif
  7. Stabilitas: sejauh mana kegiatan keorganisasian lebih menekankan status quo dibandingkan dengan pertumbuhan

Berdasarkan Schein (1994) 7 unsur dari Budaya Pembelajaran
  1. Perhatian terhadap orang: ada perhatian yg sama untuk semua orang yg berkepentingan
  2. Keyakinan bahwa org dapat & mau belajar & menilai pembelajaran & perubahan sebagai penting
  3. Perlu adanya keyakinan bahwa dunia sekitar dapat diubah / ditempa
  4. Organisasi perlu ada waktu yg kendor, waktu yg digunakan untuk pembelajaran yg menghasilkan, tp sama pentingnya harus ada keanekaragaman yg cukup dari orang-orang
  5. Pada tingkat organisasi harus ada keikatan bersama terhadap komunikasi terbuka & luas
  6. Perlu dikembangkan satu keikatan bersama untuk belajar berpikir secara sistemic
  7. Dunia makin menjadi majemuk & koordinasi & kooperasi yg saling tergantung semakin menjadi penting

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar