MENU

Translator

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Senin, 05 Desember 2011

Alternator Assy/ Dinamo Ampere/Dinamo Jalan

Di sini ada sedikit perbedaan antara accu dan alternator.

Alternator atau biasa disebut dengan dynamo ampere adalah peranti yang berfungsi sebagai generator yang menghasilkan arus listrik alternating current (AC) dan sekaligus mengubahnya menjadi arus direct current (DC).  Komponen ini juga menjadi pembangkit energi listrik yang diisikan ke accu/ aki.

SEPUTAR ALTERNATOR

 
Sistem pengisian mempunyai 3 komponen penting yakni Aki, Alternator dan Regulator.
Alternator ini berfungsi bersama-sama dengan Aki untuk menghasilkan listrik ketika mesin dihidupkan.
Hasil yang dihasilkan oleh alternator adalah tegangan AC
Yang kemudian dikonversi/diubah menjadi tegangan DC.

RANGKAIAN SISTEM PENGISISAN

Ke empat kabel ( soket ) dihubungkan dengan alternator di sepanjang rangkaian kelistrikan.

“B” adalah kabel output alternator yang mensuplai langsung ke aki.
“IG” adalah indikator kontak yang ada dialternator.
“S” digunakan oleh regulator untuk mengatur strum pengisian ke aki.
“L” adalah kabel yang digunakan oleh regulator untuk indikator lampu ( CHG ).


IDENTITAS TERMINAL ALTERNATOR

 
“S” Terminal indikator Voltase aki.
“IG” Terminal indikator strum kontak.
“L” Terminal lampu indikator.
“B” Terminal Output Alternator.
“F” Terminal tegangan langsung ( bypass ).


KOMPONEN ALTERNATOR ASSY
 
Alternator terdiri dari :
  1. Gabungan kutub magnet yang dinamakan Rotor.
  2. Gulungan kawat magnet yang dinamakan stator.
  3. Rangkaian dioda yang dinamakan rectifier.
  4. Alat pengatur voltase yang dinamakan regulator.
  5. Dua kipas dalam ( internal Fan) untuk menghasilkan sirkulasi udara 

MODEL ALTERNATOR

Kebanyakan alternator menpunyai regulator yang berada didalamnya ( IC built In), dan tipe yang lama mempunyai regulator diluar.

Tidak seperti model yang lama, tipe ini dapat dengan mudah diperbaiki dengan membuka tutup bagian atasnya.


POLI ALTERNATOR

 
Poli alternator diikat/dikencangkan ke bagian sumbu rotor.

Tipe poli tunggal atau poli PK dapat digunakan.
Alternator tipe ini tidak mempunyai kipas luar yang menjadi bagian dari polinya

Tidak seperti jenis alternator lama yang menggunakan kipas luar untuk pendinginan, alternator ini mempunyai 2 kipas dalam untuk sirkulasi udara pendingin. 
 
BAGIAN DALAM ALTERNATOR

 
Jika bagian atas altenator dibuka :
  1. Regulator yang mengontrol tegangan output alternator.
  2. Carbon Brush yang menempel dengan bagian atas rotor ( Slip Ring).
  3. Rangkaian dioda (rectifier) yang mengkonversi (mengubah) voltase AC menjadi voltase DC.
  4. Slip Ring (bagian dari rotor) dihubungkan dengan setiap dari Field winding.
CARBON BRUSH

Dua slip ring yang berada di setiap bagian atas rotor.
Slip ring dihubungkan dengan field winding dimana carbon brush
dapat bergerak, dan ketika arus mengalir melalui field winding
Lewat slip ring, akan ada arus magnet disekitar rotor.

2 buah arang yang diposisikan sejajar yang
akan menempel dengan slip ring.
Carbon brush disolder atau
Diikat dengan baut.


IC REGULATOR

Fungsi IC regulator dinamo ampere ini adalah mengatur besarnya arus listrik yang dibangkitkan dan disalurkan pada sistem kelistrikan mobil. Mengapa perlu IC regulator? Suplai listrik yang dihasilkan oleh sebuah dinamo ampere bervariasi tergantung kebutuhan, misalnya kebutuhan listrik untuk menyalakan lampu2, ac mobil, audio mobil, instrument mobil bahkan komputer mobil. Kebutuhan listrik mobil bervariasi oleh sebab itu IC regulator bertugas mengatur berapa besar arus listrik yang akan di suplai. Biasanya sebuah dinamo amper toyota starlet memiliki kemampuan membangkitkan atau menyuplai arus listrik antara 35 hingga 40 amper. Pada mobil era tahun 80-an dimana dinamo ampere belum menggunakan IC regulator, biasanya yang mengatur arus listrik adalah "cut out", dinamakan cut out karena memang alat ini akan memutus pembangkit listrik saat listrik pada aki sudah penuh. Kekurangan dari cut out ini adalah kurang akurat mengatur suplai arus listrik dan sering rusak karena mengandalkan kontak mekanis yang serign cepat aus seperti platina. 
Regulator adalah otak dari sistem pengisian.

Regulator mengatur keduanya baik itu voltase aki
dan voltase stator, dan tergantung dari kecepatan putaran mesin,
regulator akan mengatur Kemampuan kumparan rotor
untuk menghasilkan output Alternator.

Regulator dapat diganti baik itu internal regulator atau eksternal.
Dewasa ini rata rata semuanya sudah memakai internal regulator.
Dewasa ini rata rata semuanya sudah memakai internal regulator
Kesimpulan:

  1. IC Regulator adalah otak dari sistem pengisian.
  2. Regulator mengatur keduanya baik itu voltase aki dan voltase stator, dan tergantung dari kecepatan putaran mesin.
  3. Regulator akan mengatur Kemampuan kumparan rotor untuk menghasilkan output Alternator.
  4. Regulator dapat diganti baik itu internal regulator atau eksternal.


DIODE RECTIFIER

Rangkaian Dioda bertanggung jawab atas konversinya
tegangan AC ke tegangan DC.

6 atau 8 diode digunakan untuk mengubah tegangan stator AC
ke tegangan DC.

Setengah dari diode tersebut digunakan dalam kutub positif
Dan setengahnya lagi dalam kutub negatif.


BAGIAN DALAM ALTERNATOR

 
Rotor yang diantaranya terdiri dari kutub kutub magnet
yang berputar mengelilingi didalam stator. Putaran Rotor
menciptakan arus magnet disekelilingnya.

Gulungan (stator) mengembangkan tegangan yang
dikarenakan magnet yang berputar maka arus akan diinduksi
melalui terminal stator.

RANGKAIAN ROTOR

 
Rotor terdiri dari kutub kutub magnet, inti field
winding dan slip ring.

Beberapa model/tipe termasuk mensupport lahar
dan satu atau dua kipas didalamnya.

Rotor digerakkan atau diputar didalam alternator
dengan putaran tali kipas mesin.

Rotor yang terdiri kutub kutub magnet, field winding, dan
Slip ring, bagian bagian ini padat bersambungan pada sumbu
rotor, field winding dihubungkan kepada slip ring dimana
carbon brush dapat bergerak.
Ada dua lahar yang terdapat dirotor, satu di bagian bawah slip
ring, dan satunya berada dibagian atas sumbu rotor.

Field Winding Rotor Menciptakan lapangan magnet
yang disebabkan oleh arus yang mengalir melewati
slip ring.
Magnet tersebut disatu disisi menjadi kutub selatan,
dan disisi lain menjadi kutub utara.

STATOR HUBUNGAN STATOR - ROTOR

Hubungan putaran rotor berputar didalam stator :

Arus magnet alternator yang berasal dari dari putaran rotor
menginduksi tegangan kepada stator.

Kekuatan dan kecepatan dari putaran arus magnet yang
dihasilkan rotor akan berakibat terhadap tegangan induksi
kepada stator.


Stator mempunyai 3 fase gulungan yang diisolasi
kepada stator, gulungan tersebut terhubung antara satu dengan yang lainnya.
Setiap fase ditempatkan diposisi yang berbeda dibandingkan dengan yang lain.
Gulungan yang diisolasi itu menghasilkan medan magnet.

RANGKAIAN DIODE - RECTIFIER

Diode digunakan sebagai penyearah tegangan.

Diode mengubah tegangan AC menjadi tegangan
DC sehingga aki menerima listrik yang benar.




PENGATUR TEGANGAN


Regulator akan mengatur tingkat / level
sistem pengisian tegangan.

Ketika sistem pengisian tegangan dibawah dari yang
ditentukan, regulator akan meningkatkan arus listrik tegangan,
yang akan berakibat terciptanya arus magnet yang kuat,
hasilnya akan meningkatnya output alternator.

Ketika sistem pengisisan tegangan diatas yang ditentukan,
regulator akan menurunkan arus listrik tegangan,
dan membuat arus magnet menjadi lemah,
hasilnya output alternator yang semakin Kecil.

Regulator mengatur tegangan aki, dan juga mengatur
arus yang mengalir ke rangkaian rotor.

Rangkaian rotor menghasilkan arus magnet.

Tegangan yang dihasilkan diinduksi di stator.

Rangkaian rectifier mengubah tegangan stator AC menjadi
tegangan DC yang digerakkan ole putaran mesin.

Accu biasanya mempunyai parameter standar yaitu AH, atau Amper Hour. Jadi,
itu kemampuan accu untuk men suplai arus listrik sampai waktu seberapa lama.
Contohnya accu 50 AH, itu berarti, kalau dibebani beban yang mengambil arus
sebesar 1 Amper (tanpa ada alternator), maka secara teori, accu itu bisa
mensuplai arus listrik untuk peralatan itu, selama 50 AH / 1 A = 50 H atau
50 jam. Kalau bebannya mengambil arus 12 Amper, maka accu itu akan tahan 50
AH / 12 A = 4.17 H atau 4.17 jam.

Untuk mobil, accu itu digunakan untuk mensuplai arus listrik semua peralatan
listrik yang ada, saat mesin mati. Seperti menyalakan lampu rem, lampu
kabin, lampu besar, sistim Audio (dan sekarang beserta Video juga) dan
lainnya. Juga termasuk saat akan menstart mesin yaitu memutar motor starter
yang ampernya sangat besar.

Begitu mesin hidup, maka alternator akan diputar mesin melalui van belt dan
dihasilkanlah arus listrik yang akan mengalir ke semua peralatan dan
termasuk accu. Kalau tegangan yang dideteksi tinggi, maka secara otomatis,
arus yang dihasilkan alternator, akan kecil. Namun kalau tegangan nya
dideteksi rendah, maka secara otomatis arus yang dihasilkan alternator akan
besar dan hal ini akan membebani mesin. Arus yang dikeluarkan oleh
alternator dalam keadaan tegangan rendah ini, juga akan dibatasi, supaya
kumparan alternator dan dioda penyearahnya tidak rusak, karena over current
atau kelebihan arus. Nah besar arus maksimum inilah yang disebutkan sebagai
spesifikasi alternator.
Oleh karena itu, bila alternator atau dynamo ampere ini rusak maka mesin mobil tidak akan bisa distater. Meski aki masih baru sekali pun.  Alternator memang jarang sekali rusak kecuali masa pakai yang telah habis atau aus. Namun, alternator baru pun bisa rusak karena perlakuan yang salah. Satu diantara penyebab kerusakkan itu adalah beban listrik di mobil yang jauh lebih besar ketimbang kapasitas maksimal peranti ini.
Umumnya, pabrikan merancang kapasitas alternator 40 – 60 amphere. Sedangkan usia  ideal  6 – 6 tahun. Tapi, bila perlakuan pemilik terhadap peranti ini bagus, maka akan lebih awet.

Tips mencegah dinamo ampere bermasalah.
Lantas seperti apa perlakuan yang membuat alternator itu awet? Berikut tips cara mencegah dinamo ampere bermasalah.
1. Pastikan penggunaan listrik benar-benar tepat
Seperti disebutkan di atas, umumnya pabrikan merancang alternator memiliki kapasitas tertentu. Oleh karena itu, sebaiknya penggunaan peranti elektronik yang banyak mengkonsumsi tenaga setrum juga dibatasi agar tidak melebihi.
Bila penggunaan listrik itu hanya satu dua kali dilakukan,  penurunan kemampuan alternator tidak akan terlihat. Tapi bila hal itu dilakukan secara terus menerus, maka alternator akan mengalami penurunan kemampuan dalam menghasilkan arus listrik.
 Beberapa cara untuk menghindari permasalahan itu adalah tidak mengaktifkan Air Conditioner (AC), audio, wiper, dan peranti elektronik lainnya di mobil secara berbarengan. Memang, produsen mobil merancang produknya memiliki kemampuan lebih meski semua peranti elektronik diaktifkan tapi alternator tidak akan tekor. Tetapi kemampuan alternator tetap saja ada batasnya. Karena itu, perhatikan ketentuan dari pabrikan.
 
2. Pastikan kutub dan kabel aki terpasang dengan benar
Pemasangan ini perlu diperhatikan serius.Pasalnya, bila pemasangan kutub salah, atau terbalik, maka kiprok akan jebol atau rusak. Begitupun dengan berbagai kabel kelistrikan.
Bila pemasangan kabel-kabel itu tidak tepat, selain menyebabkan listrik boros juga berpotensi IC alternator cepat rusak.
Pemasangan kabel yang perlu diperiksa itu juga termasuk kabel plus alternator ke kabel plus aki. Sebab, bila sambungannya tidak tepat atau renggang dan putaran mesin tinggi maka alternator akan rusak.

3. Pastikan sabuk pengatur tegangan V-Belt terpasang dengan benar
Satu hal yang wajib Anda perhatikan adalah, tingkat ketegangan atau posisi V-Belt jangan terlalu kencang dan kendor. Bila terlalu kencang maka putaran alternator dipaksa melebihi kapasitas atau kemampuannya.
akibatnya laher alternator akan rusak.
Begitu pun bila tali atau sabuk itu terlalu kendor, tarikan akan tersendat-sendat. Sehingga, selain arus listrik yang dihasilkan tidak konstan, laher alternator juga cepat rusak.
Bahkan, perangkat elektronik di mobil yang menggunakan sumber strum dari alternator dan aki akan cepat rusak. Pasalnya, asupan listrik yang mengalir ke perangkat tersebut tidak ajeg.
4. Cegah kabel plus bersentuhan dengan badan alternator
Bila itu terjadi, maka akan memicu hubungan arus pndek atau korslet. Akibatnya, alternator atau dynamo ampere akan rusak. “Oleh karena itu sangat disarankan untuk memasang pengaman pada kutub plus.
Selain itu, sebaiknya memeriksa kondisi alternator secara rutin minimal tiga bulan sekali. Pada saat ganti oli, di bengkel biasanya ada perlengkapan deteksi kondisi aki dan alternator.

Tips Mudah Mengetahui Kondisi Altenator/ Dinamo Ampere
Mungkin diantara kita ada yang belum mengetahui cara mengetahui kondisi altenator mobil kita. semoga tips ini bermanfaat.
Pertama-tama kita stater mesin seperti biasa, biarkan stationer beberapa saat. Kemudiabn setelah itu kita lepas salah satu kutub kabel accu (boleh yang plus atau yang minus). Apabila mesin tetap hidup setelah kabel accu dilepas berarti kondisi dinamo ampere normal alias masih mengisi strum. Apabila mesin langsung mati ketika kabel dilepas berarti dinamo ampere tidak mengisi.

Jadi tidak ada hubungan langsung antara AH nya accu dengan A nya alternator,
karena semuanya tergantung beban, yaitu beban saat mesin berjalan dengan
semua beban peralatan listriknya.
Kalau alternatornya berkapasitas arus besar dan beban ke seluruh an normal,
maka alternator berkapasitas arus besar ini, akan bisa lebih cepat, mengisi
accu, dibandingkan alternator berkapasitas normal.
Kalau alternatornya berkapasitas arus besar dan beban ke seluruhan juga
besar, maka alternator berkapasitas arus besar ini, tidak akan mengisi accu
dengan cepat.
Kalau alternatornya berkapasitas arus besar dan beban ke seluruh an sangat
besar, maka alternator berkapasitas arus besar ini, tidak akan bisa mengisi
accu, sehingga accu dengan AH berapapun akan tekor.

Sekarang kalau accunya mempunyai AH yang besar, bebannya normal dan
alternator masih bisa mengisi accu, maka accunya, akan mempunyai kemampuan
lebih lama dan di sini berarti menggunakan accu ber AH besar, berguna.
yang umum memakai kode CCA adalah Aki Caterpillar. Kalau kita mau menghubungkan CCA atau Ah dengan Amper, berikut rumusnya:

1. Jika diAki tertera 400 CCA maka nilai Ampere (Amperage Rating) : 400 CCA dibagi 2 = 200 Amp ( Amp Maximum current draw)
2. Jika diAki tertera 60 Ah maka nilai Ampere : 3 x kapasitas Amp / Hour aki > 3 x 60 = 180 Amp ( Amp maximum current draw)
Jadi memilih aki juga harus diperhatikan besarnya sedotan arus starter. Kalau kita punya aki 400 CCA Starternya haruslah dibawah 200 Amp dan Aki 60 Ah ya....dibawah 180 Amp.

Sumber:www.tempo.co
http://www.situsotomotif.com
http://www.inverterplus.com
http://www.situsotomotif.com/forum/mesin-exhaust-system/2696-seputar-altenator-dinamo-ampere-4.html
http://www.wattpad.com 

1 komentar:

  1. kalo dinamo yg mesin diesel gimana om ? beda nggak sama yg bensin, yang mesin diesel kan biasanya ada pompa vacum ....

    BalasHapus