MENU

Translator

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Rabu, 18 Januari 2012

Definisi komputasi awan (Cloud Computing) dari NIST


Cloud computing adalah sebuah paradigma yang berkembang. Definisi dari NIST (National Institute of Standards and Technology) ini menyoroti aspek-aspek penting dari komputasi awan dan dimaksudkan sebagai sarana untuk perbandingan secara luas dari layanan cloud dan strategi penyebarannya, dan untuk memunculkan acuan dasar untuk mendiskusikan cara-cara terbaik untuk menggunakan komputasi awan. Model layanan dan penyebaran cloud didefinisikan dalam taksonomi sederhana yang tidak dimaksudkan untuk menjadi acuan atau membatasi pada metode tertentu penyebaran, layanan, atau operasi bisnis dari komputasi awan.
Komputasi awan (cloud computing; cloud) adalah sebuah bentuk layanan yang membuka peluang untuk dapat hadir dimanapun, memberikan kenyamanan, akses jaringan sesuai permintaan (on-demand) ke lokasi sumber daya komputasi terkonfigurasi (misalnya, jaringan, server, penyimpanan, aplikasi, dan layanan), yang dapat dengan cepat dijalankan dan diluncurkan, dengan upaya pengelolaan minimal atau dengan menggunakan penyedia jasa layanan. Bentuk komputasi ini terdiri dari lima karakteristik utama, tiga model layanan, dan empat model penyebaran.
Karakteristik utama
On-demand self-service. Konsumen dapat menentukan sendiri kemampuan komputasi yang diinginkan, seperti waktu penggunaan server dan penyimpanan pada jaringan, tanpa harus berinteraksi langsung (antar manusia) dengan pemberi jasa layanan.
Broad network access. Kemampuan tersebut tersedia pada jaringan dan diakses melalui mekanisme standar yang dapat digunakan dengan semua jenis platform klien, thin or thick  (misalnya, ponsel, tablet, laptop, maupun workstation).
Resource pooling. Sumber daya komputasi dari penyedia layanan terkumpul untuk melayani banyak konsumen, menggunakan model multi-tenant, dengan sumber daya yang berbeda-beda, baik fisik maupun virtual, yang secara dinamis dapat dijalankan dan dipindahkan sesuai dengan permintaan konsumen. Ada nuansa kemandirian lokasi yang umumnya tidak dialami pelanggan, yang biasanya tidak dapat mengetahui atau dapat mengendalikan lokasi, secara tepat, dari sumber daya daya yang disediakan, namun mungkin dapat menentukan lokasi pada tingkat abstraksi yang lebih tinggi (misalnya, negara, negara, atau datacenter). Contoh sumber daya termasuk penyimpanan, pemrosesan, memori, dan bandwidth jaringan.
Rapid elasticity. Kemampuan dapat secara elastis ditentukan dan diluncurkan, dalam beberapa kasus secara otomatis, pada skala yang cepat berkembang, naik maupun turun, sepadan dengan permintaan. Untuk konsumen, kemampuan yang tersedia untuk provisioning menjadi tidak terbatas dan dapat disesuaikan dalam secara kuantitas setiap saat.
Measured service. Sistem cloud secara otomatis mengontrol dan mengoptimalisasi penggunaan sumber daya, memanfaatkan kemampuan pengukuran (biasanya secara pay-per-use atau charge-per-use)  pada tiap tingkat abstraksi yang sesuai dengan jenis layanan (misalnya: penyimpanan, pemrosesan, bandwidth, dan akun pengguna aktif). Penggunaan sumber daya dapat dipantau, dikendalikan dan dilaporkan, menciptakan keterbukaan kepada baik penyedia jasa maupun pengguna pada layanan yang dilakukan.
Jenis layanan
Software as a Service (SaaS). Kemampuan yang diberikan kepada konsumen untuk menggunakan aplikasi milik pemberi layanan yang bekerja pada infrastruktur cloud*. Aplikasi-aplikasi tersebut dapat diakses dari apapun perangkat klien, melalui baik thin client interface seperti web-browser (contohnya: web-based email) atau tampilan antarmuka program. Konsumen tidak mengatur atau mengendalikan infrastruktur cloud, termasuk jaringan, servers, sistem operasi, penyimpanan, atau bahkan kemampuan aplikasi individual, dengan kemungkinan pengecualian pada penggunaan terbatas, aplikasi tertentu untuk mengatur konfigurasi.
Platform as a Service (PaaS). Kemampuan diberikan kepada konsumen untuk meluncurkan kedalam infrastruktud cloud aplikasi-aplikasi yang dibuat atau dibutuhkan mereka, menggunakan bahasa pemerograman, liberaries, layanan, dan alat bantu yang disediakan oleh penyedia jasa layanan **.  Konsumen tidak mengatur atau mengendalikan infrastruktur cloud, termasuk jaringan, servers, sistem operasi maupun peyimpanan, namun memiliki kendali atas aplikasi yang dimasukkannya.
Infrastructure as a Service (IaaS). Kemampuan diberikan pada konsumen untuk menentukan pengelolaan, penyimpanan, networks dan sumber komputansi fundamental lainnya, dimana konsumen dapat meluncurkan dan menjalankan sebarang perangkat lunak, yang mungkin dapat termasuk sistem operasi dan aplikasi. Konsumen tidak mengatur atau mengendalikan infrastruktur cloud namun memiliki kendali atas sistem operasi, penyimpanan dan aplikasi yang diluncurkan. Dan mungkin kendali terbatas atas komponen networking tertentu (misalnya: host firewalls).
Bentuk Penyebaran
Private cloud. Infrastruktur cloud yang ditetapkan secara eksklusif untuk digunakan oleh satu organisasi yang membawahi beberapa konsumen (misalnya: unit bisnis). Dapat dimiliki, diatur dan dikendalikan oleh organisasi, pihak ketiga, atau paduan antar keduanya, dan dapat berada pada atau diluar lokasi.
Community cloud. Infrastruktur cloud yang ditetapkan secara eksklusif untuk digunakan oleh komunitas konsumen dari organisasi yang memiliki kepedulian yang sama (misalnya: misi, kebutuhan keamanan, kebijakan dan  pertimbangan kepatuhan). Mungkin dimiliki, diatur dan dijalankan oleh satu atau lebih organisasi dalam komunitas, pihak ketiga, atau paduan antar keduanya, dan dapat berada pada atau diluar lokasi.
Public cloud. Infrastruktur cloud yang ditetapkan untuk bebas digunakan oleh masyarakat luas. Mungkin dimiliki, diatur, dan dijalankan oleh organisasi bisnis, akademis atau pemerintahan, atau kombinasi diantaranya. Berada pada lokasi penyedia layanan cloud.
Hybrid cloud. Infrastruktur cloud yang merupakan komposisi dari dua atau lebih  infrastruktur cloud yang berbeda (private, community, atau public), yang masing-masing tetap berdiri sendiri sebagai entitasnya, namun terikat dengan standar atau kepemilikan teknologi yang sama, yang memungkinan portabilitas data dan aplikasi (seperti: cloud bursting untuk penyeimbang beban antar cloud)
——
* Infrastruktur cloud adalah kumpulan perangkat keras dan lunak yang memungkinkan berjalannya lima karakteristik utama dari cloud computing. Infrastruktur cloud dapat digambarkan terdiri atas lapisan (layer) fisik dan abstrak. Lapisan fisik  terdiri dari sumber daya perangkat keras, yang dibutuhkan untuk melangsungkan layanan cloud, biasanya termasuk server, storage dan komponen jaringan. Lapisan abstrak terdiri dari perangkat lunak yang diluncurkan pada lapisan fisik , yang memanifestasikan karekteristik dasar dari cloud. Secara konsep, lapisan abstrak berada diatas lapisan fisik.
** Kemampuan ini tidak selalu menghalangi penggunaan bahasa pemrograman yang kompatibel, perpustakaan, layanan, dan perangkat dari sumber lain.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar