MENU

Translator

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Minggu, 08 Januari 2012

Terpecahkan, Rekor Berlayar Keliling Dunia


Seorang pelaut Inggris memecahkan rekor dunia berlayar keliling dunia perahu layar.

VIVAnews - Seorang pelaut Inggris berhasil memecahkan rekor dunia untuk berlayar keliling dunia menggunakan perahu layar. Tak hanya itu, ia juga menjadi orang Inggris pertama yang berhasil keliling dunia selama empat kali.
  
Brian Thompson (REUTERS 

"Saya sangat gembira. Ini adalah kali keempat saya keliling dunia nonstop, dan kali ini adalah yang terbaik karena saya memakai kapal tercepat di dunia," kata Brian Thompson, si pelaut, seperti dilansir dari BBC.

Pria berusia 49 tahun yang memegang 25 rekor melaut ini mengaku ajakan melaut datang saat sedang berada di pub bersama Kevin Escoffier dari kelompok pelaut Banque Populaire. 

"Saat itu Escoffier sedang mencari pelaut berpengalaman yang terbiasa berkeliling dunia, jadi saya diundang untuk ikut," cerita Thompson, yang sudah berpengalaman lebih dari 20 tahun.

Di antara 14 awak kapal Banque Populaire V, Thompson adalah satu-satunya orang Inggris. Di atas kapal maxi-trimaran berpanjang 40 meter itu, ia bertugas sebagai juru kemudi dantrimmer.

Kapalnya memasuki garis finis dalam kompetisi yang memperebutkan piala Jules Verne di kota Brest, Prancis, pada pukul 22.14 waktu setempat. Merupakan tantangan sendiri bagi seluruh kru, karena mereka harus menjalankan perahu dengan tenaga manual saja, tanpa listrik atau kerekan hidrolik.

Tak hanya itu, Thompson juga resmi menjadi orang Inggris pertama yang keliling dunia lewat laut dengan catatan waktu 45 hari 13 jam 42 menit dan 53 detik. Ia mematahkan rekor sebelumnya yang diraih pelaut asal Hampshire, Dee Caffari dan Mike Golding.

"Delapan belas tahun lalu, rekor berlayar keliling dunia adalah 79 hari, dan kami malah berhasil mencapai 45 hari. Perjalanan ini menakjubkan, kami benar-benar mematahkan rekor," kata Thompson.

Banyak hal menarik yang dilihatnya sepanjang perjalanan, seperti burung albatros, gunung es, komet, dan pemandangan lainnya. Namun, Thompson senang bisa kembali menjejakkan kaki di daratan, setelah perjalanan 'sekali seumur hidup' itu.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar