MENU

Translator

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Jumat, 24 Februari 2012

Panjang Umur dengan Berpuasa


Aktivitas berpuasa ternyata sangat berpengaruh terhadap kesehatan. Karena selain membuat tubuh menjadi sehat dan bugar, puasa juga akan memperbaiki metabolisme serta sistem pencernaan.
Berpuasa Bikin Panjang Umur
Berdasarkan hasil penelitian Department of Biochemistry, Khyber Medical College, Peshawar di Pakistan, berpuasa mampu mengurangi kadar kolesterol dan juga gula darah secara signifikan. Hal tersebut juga telah dipercaya oleh para ahli pengobatan Yunani.
Jadwal makan yang lebih terbatas saat berpuasa semestinya tidak dijadikan alasan untuk mengurangi rutinitas harian yang padat. Kita bisa terus beraktivitas seperti biasa, asalkan paham cara menyiasati pola makan dan jenis makanan yang dikonsumsi.
Kuncinya adalah, maksimalkan asupan nutrisi dan penuhi kebutuhan cairan agar sistem metabolisme tubuh tetap normal. Selain itu, puasa untuk menjaga pikiran senantiasa tajam dan badan tetap bugar. Minimal kita tidak lemas sehingga tidak menghambat aktivitas bekerja.
Selain dikenal sebagai rutinitas ibadah tahunan umat Muslim, puasa juga diyakini sebagai salah satu metode penyembuhan. Para ahli pengobatan dari Yunani meyakini, puasa dapat memperpanjang usia seseorang. Manfaat ini turut didukung oleh penelitian modern yang dilakukan sekelompok ahli dari Department of Biochemistry, Khyber Medical College, Peshawar di Pakistan.
Mereka pernah mengamati 24 Muslim yang berpuasa selama bulan Ramadhan. Hasilnya, kadar kolesterol dan gula darah mereka turun secara signifikan. Namun, manfaat sehat dari berpuasa tak akan terasa jika menerapkan strategi yang salah dalam melakoni ibadah ini. Misalnya, kalap saat berbuka puasa atau melewatkan sahur karena malas bangun atau merasa perut masih kenyang.
Contoh lain, kita mengalami konstipasi yang disebabkan daerah usus tidak berkontraksi akibat berbagai organ dalam saluran pencernaan tidak bekerja selama kita puasa. Artinya, jangan sampai kesalahan saat menerapkan puasa ini malah menghentikan tujuan dan makna dari puasa yang begitu indah.

Panjang Umur dengan Berpuasa  
TEMPO.COJakarta - Para ahli di Amerika mengungkapkan bahwa berpuasa pada hari-hari tertentu bisa membuat Anda panjang umur. Berpuasa "on and off" bisa meningkatkan kemampuan otak dan membantu mengurangi berat badan pada saat yang bersamaan.

Menurut National Institutes for Aging (NIA) di Amerika, penelitian mereka didasarkan pada pemberian makanan pada hewan dengan jumlah minimum kalori yang dibutuhkan untuk tetap hidup. Hasilnya menunjukkan bahwa mereka hidup dua kali lebih lama. Kemudian diet ini diteskan pada manusia dan ternyata dapat melindungi jantung, sistem sirkulasi dan otak, serta melawan penyakit terkait dengan faktor usia seperti Alzheimer.

“Diet pembatasan energi memperpanjang masa hidup dan melindungi otak serta sistem kardiovaskuler melawan penyakit akibat faktor usia,” kata Mark Mattson, Kepala Laboratorium Ilmu Saraf di NIA, dan profesor ilmu saraf di John Hopkins University di Baltimore.

“Kami menemukan bahwa diet pembatasan energi, khususnya ketika dilakukan pembatasan kalori secara berselang, seperti berpuasa di hari tertentu, mengaktifkan sel-sel stres di jalur neuron,” kata Profesor Mattson kepada Sunday Times yang dikutip situs Daily Mail edisi 20 Februari 2012.

Dalam sebuah percobaan, sekelompok tikus hanya diberi makan pada hari yang berselang, sementara kelompok lainnya diberi makan setiap hari. Kedua kelompok ini diberi akses tidak terbatas untuk mendapatkan makanan saat mereka boleh makan dan akhirnya mengkonsumsi sejumlah kalori yang sama.

Menurut Profesor Mattson, ditemukan bahwa tikus-tikus yang diberi makan pada hari-hari tertentu lebih sensitif terhadap insulin dan memproduksinya lebih sedikit. Hormon level tinggi, yang diproduksi untuk mengontrol kadar gula setelah makan atau ngemil, umumnya diasosiasikan dengan kemampuan otak yang lebih rendah dan risiko lebih tinggi terkena diabetes.

Otak dari kedua kelompok hewan pengerat itu kemudian dievaluasi Profesor Mattson dan ditemukan bahwa pembatasan kalori dapat meningkatkan fungsi sinapsis otak. Ada pertemuan antara sel-sel otak yang mendorong pertumbuhan sel-sel baru dan membuat mereka lebih resisten terhadap stres.

Penelitian sebelumnya menemukan bahwa berpuasa selama beberapa hari bisa membantu melawan kanker. Para peneliti menemukan bahwa mengambil sel-sel sehat dari makanan yang dibutuhkan akan mengirimkan mereka pada suatu model pertahanan hidup serta membuat mereka lebih tahan terhadap stres dan kerusakan akibat kemoterapi. Para ahli menjelaskan kesamaan perilaku itu seperti hibernasi yang dilakukan binatang di musim dingin.


Sumber:http://www.tempo.co


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar